OJS Permudah Peneliti
Abadi Wijaya Rabu, 4 Juni 2014 . in Berita . 1530 views
246_ojss.jpg

GEMA-Upaya mempermudah sekaligus untuk evisiensi waktu, biaya dan mengurangi proses palgiat, Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Prof. Dr. Dede Rosyada, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana mewajibkan Online Journal System (OJS) yang rencananya akan diberlakukan mulai tahun 2016 mendatang (4/6).

LIPI mewajibkan memanfaatkan OJS bagi para pengelola ataupun penerbit jurnal ilmiah baik dari kalangan lembaga peneliti, himpunan profesi, lembaga pendidikan maupun yang lainnya. Melalui sarana OJS kali ini, DP2M dan LIPI para pengelola jurnal di Indonesia bisa menerbitkan jurnal ilmiahnya dengan full-online tanpa menyediakan sarana apapun. Seluruh proses bisa dilakukan secara online, mulai dari proses pengiriman artikel (Author), Penilaian (Editor/reviewer) hingga proses distribusi.

Rencana tersebut, menurut penanggungjawab jurnal el Harakah UIN Maliki M. Anwar Firdausy menyampaikan bahwa proses sosialisasi OJS itu sudah dilakukan oleh Diktis, DP2M melalui lokakarya ilmiah yang dilakukan sejak tahun 2013. Namun, tidak semua pengelola jurnal di perguruan tinggi semuanya siap untuk melakukan sistem OJS tersebut. “OJS sebenarnya bisa memberikan kemudahan pada pengelola ataupun penulis dengan catatan mereka bisa diajak untuk bekerjasama memahami aturan yang termaktub dalam OJS tersebut,” ungkapnya.

OJS, masih kata Firdausy, menuntut untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas online. Sehingga dalam kondisi apapun dan dimanapun selama ada koneksi internet pekerjaan para author dan dewan editor bisa dilakukan. Sementara itu, kondisi di lapangan, masih banyak para penulis yang enggan memanfaatkan fasilitas internet tersebut. Sehingga tak jarang mereka mengirimkan naskah dalam bentuk konfensional atau manual yang bisa dianggap kurang efektif. “OJS sebenarnya sangat mudah sekali, namun untuk para penulis dan pengelola jurnal memang harus mempelajari sistem yang berlaku dalam OJS tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maliki  Zainal Abidin menegaskan pihaknya saat ini sudah memberikan pelatihan kepada para pengelola jurnal di UIN Maliki, baik di Fakultas maupun di Unit dan lembaga yang ada di UIN Maliki. “Yang terpenting dalam pelatihan OJS ini peserta harus langsung praktik atau simulasi agar merka lebih cepat memahami sistem yang berlaku di OJS,” ungkapnya.

Idris selaku pemateri tunggal dalam pelatihan OJS menganggap bahwa peserta bingung karna belum terbiasa saja. Padahal OJS sangat mudah sekali untuk dioperasikan, selama ada kemauan dan mau belajar sambil mempraktikkan sendiri dengan tekun insyallah mereka akan cepat bisa dan menguasai OJS dengan baik. “Pelatihan OJS butuh fokus dan tidak perlu banyak orang, yang penting mereka dalam pelatiah OJS memiliki peran masing-maing dalam pengelolaan jurnal,” pungkasnya.

 

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up