Muhasabah
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Minggu, 20 Juli 2014 . in Dosen . 2966 views

Seringkali kita dianjurkan untuk melakukan muhasabah dari kehidupan yang kita jalani selama ini. Gunanya adalah untuk perbaikan ke depan. Orang yang tidak pernah melakukan muhasabah akan merasa dirinya benar, sudah berada pada jalan yang lurus, tidak pernah salah, merasa sudah lebih baik dari orang lain, dan akhirnya menjadi takabur.

Muhasabah tentu dilakukan oleh yang bersangkutan. Dalam bahasa lain, muhasabah dapat diartikan berinstropeksi. Yaitu berusaha untuk melihat diri sendiri. Yaitu, sejauh mana kebaikan telah dilakukan dan sebaliknya, keburukan sudah ditinggalkan. Lewat muhasabah atau instropeksi diri itu, maka akan kelihatan posisi dirinya sendiri yang sebenarnya.

Sahabat Nabi, Umar bin Khotob, berpesan agar selalu melakukan muhasabah. Beliau mengatakan : 'haasibuu anfusakum qobla ana tuhassabuu'. Tentu, pekerjaan bermuhasabah itu bukan perkara mudah. Menghitung orang lain, siapapun bisa. Tetapi sebaliknya, tatkala harus menghitung tentang dirinya sendiri justru lebih sulit. Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata melihat diri sendiri jauh lebih sulit dibanding melihat orang lain.

Kesulitan melihat diri sendiri bukan saja terkait aspek batin, tetapi juga aspek lahir. Untuk melihat wajah sendiri saja harus meminta bantuan orang lain, atau melihatnya lewat cermin. Maka apalagi, untuk mengetahui hal yang bersifat batin, tentu akan lebih sulit. Mengetahui diri sendiri dari aspek batin memerlukan waktu dan tempat tersendiri. Tatkala sedang di tengah keramaian, di pasar, di tempat hiburan, atau di tempat lain yang serupa itu, bermuhasabah akan semakin sulit.

Kita sendiri tidak akan mengetahui dengan mudah tentang perilaku, keimanan, ketaqwaan, menyangkut klaitas ibadah, atau hal-hal lain yang bersifat batin. Seringkali seseorang merasa bahwa dirinya sudah merasa baik, benar, selalu sabar, ikhlas, tawakkal, dan istiqomah, namun ternyata masih jauh dari tuntutan yang seharusnya dilakukan. Itulah sebabnya, maka diperlukan pekerjaan batin yang disebut dengan melakukan mukhasabah.

Belum lama ini, saya bertemu dengan seorang komandan angkatan laut. Oleh karena pertemuan itu pada Bulan Ramadhan, ia mengajak berbicara tentang kehidupan spiritual keagamaan, dan lebih khusus lagi menyangkut muhasabah. Dari pengalamannya selama bekerja sebagai tentara angkatan laut, ia menceritakan bahwa muhasabah yang paling mudah adalah tatkala seseorang sedang berada di tengah laut lepas.

Orang yang sedang berada di tengah laut lepas, maka akan mudah merasakan betapa dirinya sebenarnya adalah kecil, sederhana, dan tidak memiliki kekuatan apa-apa. Di tengah laut lepas, seseorang tidak akan melihat sesuatu dari segala penjuru, kecuali ombak yang naik turun. Pada saat demikian itu, maka akan muncul kesadaran, bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan apa-apa. Tempat bersandar hanyalah Tuhan. Kadangkala, di tengah laut lepas itu secara mendadak turun hujan deras, hempasan angin kencang, dan secara tiba-tiba keadaan menjadi gelap dan sangat menakutkan.

Dalam keadaan seperti digambarkan itu, maka kesadaran diri yang sebenarnya akan dengan mudah muncul. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa muhasabah yang paling mudah adalah di tengah laut lepas. Namun cara itu, dikatakan juga tidak mudah dilakukan oleh semua orang. Pergi ke tengah laut lepas perlu kapal laut yang tidak sederhana, biaya dan kesempatannya juga mahal.

Maka sebagai jalan keluarnya, muhasabah itu bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Pada bulan suci yang datang pada setiap tahun, orang bisa dengan mudah melakukannya. Pada saat orang sedang berpuasa, maka suasana spiritual lebih mudah ditumbuhkan. Oleh karena itu, kesempatan yang baik di bulan Ramadhan, lebih-lebih di malam hari, di antara waktu shalat malam, maka tepat kiranya digunakan untuk melakukan kegiatan penting itu. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up