Kesederhanaan Kehidupan Seorang Rektor
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Jumat, 29 Agustus 2014 . in Dosen . 899 views

Setiap berunjung ke Sudan, saya selalu bertemu dengan Prof.Dr. Mohammad Sulaiman, Rektor Universitas Al Qur'anul Kariem. Saya mengenalnya sudah cukup lama, sejak pertama kali beliau berkunjung ke Indonesia pada tahun 2002, mendampingi Wakil Presiden Sudan, Mohammad Usman Thoha, yang juga berkunjung ke STAIN Malang, -------sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rupanya dari kunjungan itu, Rektor Universitas Al Qur'anul Kariem Sudan tersebut menaruh perhatian yang amat tinggi terhadap UIN Malang. Setelah kunjungannya yang pertama, beberapa tahun kemudian, beliau berkunjung lagi, dan melihat bahwa ternyata STAIN Malang sudah berubah menjadi universitas dan begitu pula gedung-gedungnya sudah berganti dengan yang baru. Perubahan STAIN Malang dari berbagai aspeknya itu olehnya dianggap amat cepat.

Hal yang dianggap oleh Prof. Sulaiman dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang adalah terkait dengan filsafat keilmuan yang dibangun dengan mengintegrasikan kajian Islam dan ilmu pengetahuan umum. Beliau terkesan betul dengan lambang yang digunakan untuk menjelaskan intergasi keilmuan itu, ialah sebatang pohon dan konsep ulul albaab. Dianggap olehnya, bahwa konsep itu amat mudah dimengerti oleh setiap orang.

Kesan lainnya adalah tentang pengajaran Bahasa Arab intensif. Program pengembangan Bahasa Arab tersebut dianggap olehnya juga sebagai sesuatu yang baru dan strategis. Di berbagai kampus perguruan tinggi Islam, pembelajaran Bahasa Arab biasanya hanya diwajibkan kepada mahasiswa yang mengkaji syari'ah, ushuluddin, dakwah, adab, dan tarbiyah. Akan tetapi, di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kewajiban itu diberlakukan kepada seluruh mahasiswa, apapun fakultas dan jurusannya, agar mereka mampu memahami al Qur'an dan hadits nabi dari kitab-kitab aslinya.

Perhatian Prof. Sulaiman yang amat besar itu, juga ditunjukkan lewat, misalnya dari seringnya beliau mengirimkan buku ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain itu, setiap saya berkunjung ke Sudan, beliau selalu menemui saya. Rektor Universitas al Qur'anul Kariem ini setiap saya ke Sudan selalu mengajak berdiskusi terkait dengan pengembangan perguruan tinggi Islam, baik di Sudan maupun di Indonesia.

Pada kunjungan saya minggu yang lalu, saya diundang ke rumahnya. Saya sedemikian kaget, orang yang sangat berpengaruh di Sudan, dan cukup lama menjabat sebagai rektor perguruan tinggi ternama, ternyata menempati rumah sederhana di perkampungan rakyat biasa. Pada setiap waktu shalat,-----tatkala tidak sedang di kampus, beliau berkumpul dengan tetangga untuk shalat berjama'ah di masjid yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Rupanya Prof. Sulaiman menjadi imam tetap di masjid itu. Ketika sedang di rumahnya, dan masuk waktu shalat, saya diajak shalat ke masjid dan beliau sendiri yang menjadi imamnya.

Kesederhanaan kehdupan Rektor Universitas al Qur'anul Kariem juga tampak dari ukuran, keadaan, dan isi rumahnya. Rumah Prof. Sulaiman tidak ada bedanya dengan rumah-rumah penduduk lainnya, dan bahkan beberapa yang lain kelihatan lebih besar dan lebih bagus. Isi rumahnya juga demikian, kelihatan sederhana, hanya terdapat meja kursi yang jumlahnya hanya beberapa dan almari berisi buku-buku. Gambaran sebagai seorang rektor yang menjalani hidup berlebih-lebihan, dan apalagi materialis serta hidonis, sama sekali tidak kelihatan. Kehidupan pimpinan perguruan tinggi Islam di Sudan ini sangat sederhana sekali.

Padahal saya tahu, bahwa rektor ini sudah sekian lama memimpin perguruan tinggi, dan sangat berpengaruh di tengah masyarakat maupun di kalangan pemerintah Sudan. Tatkala disebut nama Prof. Dr. Muhammad Sulaiman, apalagi di kampus-kampus, semua orang mengetahui. Namun kesederhanaannya itu sangat tidak tampak tatkala beliau berbicara tentang ilmu pengetahuan, kemajuan perguruan tinggi, dan menyangkut kehidupan umat Islam di mana saja. Saya menangkap bahwa, kehidupan beliau sehari-hari sangat sederhana, tetapi tatkala berpikir dan berbuat untuk Islam dan umat, selalu tampak sangat luar biasa. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up