Secara tidak sengaja, saya mendapatkan tulisan menarik tentang khilafah. Setelah membaca tulisan dimaksud, saya memperoleh kesimpulan bahwa, umat Islam di mana-mana tertinggal adalah sebagai akibat dari tidak mengikuti sistem khilafah. Kesimpulan itu saya renungkan dalam-dalam. Mungkin saja kesimpulan itu benar, tetapi saya juga bertanya, mungkinkah hal itu menjadi sebab satu-satunya.
Manakala kita mengakui bahwa umat Islam di mana-mana tertinggal, maka yang perlu dipertanyakan adalah, sebenarnya ketertinggalan itu di bidang apa saja. Dalam hal membuat masjid, menunaikan shalat, ibadah haji, umrah, menjalankan puasa, dan lain-lain, sebenarnya umat Islam sudah sangat hebat. Bahkan dalam hal membina akhlak sekalipun, mereka luar biasa gigihnya.
Umat Islam merasa dan bahkan disebut tertinggal oleh karena belum mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan zamannya. Akibatnya, ekonominya kedodoran. Demikian juga, pendidikannya belum berkualitas, persenjataannya masih kalah, dan demikian pula berbagai aspek lainnya. Lembaga pendidikan yang dikembangkan oleh umat Islam belum mampu mengantarkan para generasi mudanya untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih unggul.
Ketertinggalan di bidang ilmu dan teknologi itu menjadikan umat Islam masih kalah atau belum mampu bersaing. Sekalipun memiliki sumber daya alam yang melimpah, akibat tidak memiliki ilmu dan teknologi, maka tidak mampu mengeksploitasi sendiri. Demikian pula, sekalipun jumlah SDMnya banyak, tetapi karena kualitas keilmuannya rendah, maka juga tidak produktif.
Akibat dari semua hal tersebut, maka umat Islam masih menjadi konsumen. Harus diakui, bahwa kita belum mampu membuat pabrik pesawat terbang yang lebih canggih, alat komunikasi yang lebih unggul, persenjataan yang lebih dahsyat. Teknologi pertanian, peternakan, kelautan, pertambangan, dan lain-lain masih kalah. Maka, sehebat apapun politik yang dikembangkan, manakala ilmu pengetahuan dan teknologinya masih belum mampu mengungguli yang lain, maka kekalahan itu masih akan tetap dideritanya.
Kesadaran umat Islam terhadap pentingnya pendidikan, sebenarnya sudah sejak lama dimiliki. Di mana-mana umat Islam telah membangun lembaga pendidikan. Hanya saja, lembaga pendidikan yang dimiliki itu, disamping kualitasnya masih perlu ditingkatkan, juga jenis ilmu pengetahuan yang dikembangkan masih perlu disempurnakan. Umat Islam belum mengembangkan berbagai jenis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana tuntutan zamannya. Ilmu yang dikembangkan masih baru yang terkait dengan kegiatan ritual, seperti ushuluddin, dakwah, syari'ah, dan sejenisnya.
Umpama saja umat Islam juga mengembangkan sains dan teknologi secara serius sesuai dengan tuntutan zamannya, maka ketertinggalan itu akan bisa diakhiri. Maka, yang diperlukan umat Islam saat ini adalah lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan ilmuwan dan ahli-ahli teknologi yang benar-benar unggul, pusat-pusat riset, dan berbagai kajian ilmiah. Tuntutan itu sebenarnya relevan dengan al Qur'an maupun hadits nabi yang selalu menjadi bahan bacaan umat Islam.
Al Qur'an mengingatkan bahwa, adalah berbeda antara orang yang berilmu pengetahuan dan yang tidak berilmu pengetahuan. Selain itu, di dalam al Qur'an juga dinyatakan bahwa Tuhan akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajad. Demikian pula, nabi memerintahkan agar umat Islam mencari ilmu, mulai dari ayunan hingga sampai ke liang lahat. Bahkan, di dalam mencari ilmu, seharusnya tanpa mengenal batas, hingga ke negeri China sekalipun seharusnya dijalani.
Maka yang diperlukan bagi umat Islam sekarang ini adalah membangkitkan semangat ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran tentang pentingnya kehidupan spiritual seharusnya disempurnakan dengan kesadaran terhadap kedua kekuatan dimaksud. Selain itu, umat Islam harus berani mereformulasi pandangan tentang ilmu pengetahuan dan bahkan juga pengembangan lembaga pendidikannya. Manakalala hal itu tidak dilakukan, maka bentuk politik apapun yang dikembangkan, umat Islam akan tetap tertinggal. Sebab, ketertinggalan itu sebenarnya bersumber dari dua kekuatan tersebut, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Wallahu a'lam.



