Jangan Sombong, Orang Gila Saja Bisa Mengalahkan
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Selasa, 2 September 2014 . in Dosen . 3518 views

Sewaktu di Makkah bersama Prof. Mudjia Rahardja, Rektor UIN Malang dan Bahruddin Fanani beberapa minggu yang lalu, saya mendapatkan pengalaman yang agak lucu. Di depan tempat shalat berjama'ah, ------di luar masjidil haram, terdapat orang yang mondar mandir sambil berbicara. Oleh karena semua jama'ah sedang shalat, tidak ada yang memperhatikannya. Orang yang berjalan modar mandir sambil berbicara sendiri itu tidak ikut shalat.

Hingga shalat selesai, orang dimaksud tetap saja berjalan ke sana kemari. Yang membedakannya, oleh karena shalat jama'ah telah selesai, bicaranya bertambah keras. Setelah saya amati, ternyata orang tersebut memang sakit jiwa atau majnun. Hanya anehnya, ia masih paham tentang apa yang tidak dobolehkan bagi siapapun pada waktu shalat berjama'ah di masjid, ialah tidak boleh berbicara keras. Makanya, ia hanya mondar mandir dengan berbicara pelan, dan baru suaranya keras tatkala melihat shalat jama'ah telah selesai.

Peristiwa yang tidak biasa itu, saya gunakan untuk menggoda Prof. Mudjia Rahardja. Saya katakan bahwa kita ini tdak boleh sombong. Yaitu merasa hebat dibanding banyak orang hanya karena bergelar professor, pimpinan perguruan tinggi, dan seterusnya. Ternyata, kita ini masih kalah dibanding dengan orang gila itu. Orang majnun itu bisa berbahasa Arab dengan lancar. Kalimat-kalimat yang diucapkannya sangat fasikh, dan begitu pula tata bahasa yang digunakannya sangat bagus. Kita ini sekalipun sudah menjadi guru besar, bahasa arab yang kita gunakan tidak sebagus itu.

Mendengarkan ungkapan saya itu, Prof. Mudjia Rahardja dan juga Bahruddin Fanani yang juga menyaksikan perilaku orang gila tersebut tertawa panjang. Keduanya membenarkan bahwa Bahasa Arab yang digunakan oleh orang stress atau gila di depan para jama'ah shalat, ------karena sakit jiwa tersebut, sangat bagus. Sekalipun sedang sakit jiwa, ternyata kemampuan Bahasa Arabnya bisa mengalahkan orang sehat. Bahkan juga mengalahkan guru besar dan juga rector.

Pelajaran yang ingin saya sampaikan lewat tulisan ini adalah bahwa memang sombong itu bagi siapapun tidak boleh dilakukan. Sekecil apapun sombong harus dihindari. Al Qur'an dan juga hadits nabi melarang terhadap sikap dan tindakan itu kepada siapapun. Perbuatan sombong tidak akan ada gunanya, kecuali hanya akan menyakiti hati orang lain. Sombong atau takabbur juga hanya akan menumbuhkan permusuhan di antara sesama.

Mungkin saja, pada suatu saat, kita merasa hebat atau setidaknya melebihi orang lain. Namun hal yang harus disadari bahwa, kelebihan itu pasti ada orang lain lagi yang melebihinya. Banyak orang memperingatkan bahwa, di atas langit masih ada langit. Dan, lewat contoh kecil yang disebutkan di muka, peringatan itu ternyata benar. Seorang guru besar dan pimpinan perguruan tinggi sekalipun, dalam berbahasa Arab masih dikalahkan oleh orang stress atau majnun. Maka pertanyaannya, bagaimana akan sombong, sementara itu orang gila saja,------ dalam berbahasa Arab, masih mampu mengalahkan ? Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up