GEMA-Siang ini Selasa (23/9) para pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai dari Kabiro, Kabag hingga Kasubbag melakukan pelatihan SDM di Rumah Perubahan milik Prof. Rhenald Kasali di Jl Raya Hankam, Jatimuri, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.
Di bawah bimbingan Prof. Rhenald Kasalai sebanyak 30 orang dibimbing untuk menjadi driver (penggerak perubahan), upaya itu dia lakukan untuk menata kembali mindset mereka untuk siap menjadi penggerak menuju perubahan yang lebih baik lagi. Di dalam rumah entrepreneurship tersebut mereka diajak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan berinovasi untuk menghasilkan tindakan dan hasil yang nyata.
Orang indonesia, kata dia, rata-rata menyukai zona aman dan hal itulah yang membuat mereka sulit untuk melakukan perubahan. Apa yang dilakukan setiap hari tidak ada bedanya dengan hari-hari sebelumnya, hanya itu-itu saja dan tidak ada proses inovasi menuju era yang lebih baik lagi. “Orang yang tidak mau berubah, sama halnya dengan orang gila, yang selalu berharap hidupnya menjadi lebih baik lagi. Namun, yang dilakukannya sama setiap harinya,” ungkap motivator tersebut.
Masih kata Prof. Rhenald, hidup ini keras, untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan emembutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Era sekarang ini banyak mahasiswa yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai terbaik di akademisinya dengan menorehkan lulusan cumlode. Akan tetapi, setelah lulus mereka hanya menunggu dan duduk manis dirumah dengan menaru harapan pekerjaan akan datang menemuinya dengan alasan dia pintar dan menjadi lulusan terbaik.
Itu pemikiran yang amat sangat salah. Kcerdasan anak yang pintar dengan IPK tinggi menganggap pekerjaan akan datang dengan sendirinya, dan mereka tidak berpikir cerdas bahwa semua itu diperlukan usaha dan kerja keras. “Semua butuh proses, susah gampang dalam kesulitan harus dihadapi,” ajaknya.
Jadilah kalian semua seorang driver jangan menjadi passengers. Manjadi driver dibutuhkan keberanian yang tinggi dan mental yang kuat, driver selalu menjadi agent of change pengerak perubahan bukan penerima perubahan tanpa melakukan apapun. “Leader itu harus mampu menjadi driver yang memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu,” tambahnya.
Melakukan perubahan, Bapak berkacamata itu menegaskan perlu adanya tindakan nyata. Melakukan perubahan harus melihat, bergerak lalu selesaikan dengan kerja cerdas dan penuh tanggung jawab. “Perubahan belum tentu menjadi sesuatu lebih baik. Tapi, tanpa perubahan tidak akan ada pembaharuan, tak akan ada perubahan,” tegasnya.



