Setelah mengunjungi kota Qom yang dikenal sebagai kota ilmu, saya berlanjut berziarah ke kota Masyhad. Kota itu berjarak kira-kira 800 km sebelah timur kota Teheran. Naik pesawat dari ibu kota Iran itu memerlukan waktu sekitar satu jam. Kota itu kiranya lebih tepat disebut sebagai kota wisata spiritual.
Di kota Masyhad terdapat masjid yang bisa menampung ratusan ribu jama'ah. Pada setiap hari, tempat ibadah itu dikunjungi oleh puluhan ribu orang. Mereka berziarah ke makam Imam Ali Ridha yang berada di tengah-tengah masjid itu. Menurut keterangan para ulama' setempat, Imam Ali Ridha dikenal sebagai keturunan Nabi Muhammad yang ke delapan. Makamnya sangat dihormati dan dimuliakan. Orang dari berbagai negara datang ke tempat itu untuk berziarah.
Kebetulan saja, saya berkunjung ke kota itu pada hari jum'at. Oleh karena itu, memanfaatkan waktu untuk mengikuti shalat berjama'ah yang dilaksanakan seminggu sekali itu. Ratusan ribu orang ikut shalat jum'at di masjid itu, termasuk Gubernur dan wakil Gubernur Masyhad. Sesuai tradisi di Iran dalam satu kota hanya diselenggarakan satu tempat shalat Jum'at.
Rupayanya, kedatangan saya dan rombongan dilaporkan ke pihak pengelola masjid yang sangat dimuliakan itu. Oleh karena itu, saya dipersilahkan untuk mengambil posisi tidak jauh dari tempat imam shalat. Pada saat itu, yang menjadi imam shalat adalah Ayatullah Allamal Huda. Beliau adalah ulama besar yang ada di provinsi Masyhad.
Pelaksanaan shalat jum'at sangat protokoler, oleh karena masjid itu dianggap tidak sebagaiomana masjid pada umumnya. Masyarakat Iran menganggap tempat ibadah ini sebagai tempat suci. Sehari-hari dijaga oleh pegawai pemerintah. Siapapun yang masuk masjid ini, demi keamanan, digeladah oleh security yang bertugas. Demikian pula, pada saat pelaksanaan shalat jum'at, keamanannya dijaga sedemikian ketat.
Saya merasakan, ulama Masyhad sangat menghormati tamu. Mendapatkan laporan bahwa ada rombongan tamu dari Indonesia, khotib dalam khotbahnya juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas keikut sertaannya di dalam shalat jum'at di masjid yang dimuliakan itu. Bahkan, usai shalat jum'at, saya dan rombongan ditema oleh Imam masjid, Ayatullah Allamal Huda bersama-sama Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi itu.
Bertempat di kantor masjid yang berukuran sangat besar itu, Ayatullah Allamal Huda kepada saya dan rombongan, ------ yang semuanya berjumlah tujuh orang, menjelaskan tentang tiga hal yang dianggap penting bagi umat Islam pada saat ini. Pertama, bahwa umat Islam dari madzhab manapun seharusnya berusaha bersatu. Umat Islam akan unggul dan dihormati umat lainnya dengan syarat berhasil membangun persatuan itu. Dikatakan bahwa tugas itu berat, tetapi harus diusahakan.
Kedua, bangsa Iran menjadi semakin maju oleh karena memiliki satu pemimpin yang diikuti oleh para pemimpin lainnya. Diakui bahwa, ada saja sementara pemimpin di lapisan bawah yang melakukan kesalahan, tetapi tidak mampu mempengaruhi kepemimpinan puncak yang selalu menjadi anutan bersama. Ketiga, bahwa di Iran ada kecintaan rakyat terhadap tokoh sentral pemimpin puncak itu. Keberhasilan itu terjadi sejak berlangsungnya revolusi Iran yang dipimpin oleh Ayatullah Khumainy dan kemudian diteruskan oleh para pemimpin setelahnya.
Selain itu dijelaskan pula oleh Imam Masjid kota Masyhad bahwa, bangsa Iran memiliki kekuatan untuk bersatu atas dasar nilai sejarah dan penghormatan terhadap ulama'nya. Salah satu ulama atau disebut imam yang sangat dihormati, dicintai, dan dimuliakan itu adalah Imam Ali Ridha yang makamnya ada di tengah-tengah masjid ini. Pada setiap harinya, -------baik siang dan malam, makam dimaksud diziarahi oleh puluhan ribu orang, tidak saja rakyat Iran sendiri, melainkan juga orang-orang dari berbagai negara.
Beberapa kekuatan yang disebutkan itulah, menurut penjelasan Imam Sholat Jum'at di masjid dan juga disaksikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Masyhad, hingga menjadikan bangsa Iran pada akhir-akhir ini mengalami kemajuan di berbagai bidang, baik di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, militer, dan lain-lain. Di akhir penjelasannya, Ayatullah Allamal Huda, seorang yang amat dihormati dan berwibawa itu, menyebutkan lagi tentang betapa pentingnya umat Islam di seluruh dunia bersatu. Tanpa persatuan, umat Islam akan diganggu dan dianggap rendah oleh umat lainnya. Wallahu a'lam.



