GEMA-Lagi, KH. Muammar ZA (53) hadir ditenga-tengah sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kuliah tamu yang bertajuk Membumikan al Quran di Kampus itu dihadiri ribuan mahasiswa UIN Malang. Dalam kesempatan itu, pemenang lomba qori’ tingkat internasional itu mampu menghipnotis ribuan mahasiswa UIN Maliki Malang (30/9).
Lima jam acara ini berlangsung, namun tidak ada satupun mahasiswa yang bergeser dari tempat duduknya. Meski mereka harus duduk lesehan di lantai, hal itu tidak menjadi masalah. Justru mereka merasa nyaman dan enjoy sembari mendengarkan suara merdua KH. Muammar.
Dalam kesempatan itu Muammar memberikan wawasan tentang pentingnya menguasai bacaan Alquran yang baik dan benar. Pasalnya, di setiap shalat itu terdapat bacaan ayat suci Alquran, jika memiliki kemampuan bacaan yang baik maka bisa menjadikan shalatnya sempurna. “Membaca Alquran dengan baik dan benar merupakan tuntutan, karena di dalam sholat terdapat bacaan Alquran, yang merupakan menjadi syarat syahnya sholat,” ungkapnya.
Selain itu, laki-laki asal Dusun Pamulihan, Desa Warung Pring, Kecamatan Moga, Kabupaten Pamelang itu juga menceritakan betapa nikmatnya orang yang memiliki suara yang bagus dan menguasai ilmu bacaan Alquran yang baik. Dia menceritakan bahwa, dengan Alquran dia mampu berkeliling dunia. Suaranya yang merdu dalam melantunkan Alquran mengantarkannya keberbagai pelosok bumi, bahkan kerajaan Arab Saudi memperkenankan Muammar untuk masuk kedalam bangunan Ka’bah. “Subahanallah, Saya setelah memenagkan lomba qori’ tingkat internasioanal , saya diperkenankan oleh kerajaan Arab Saudi untuk masuk kedalam bangunan Ka’bah,” ceritanya.
Di sisi lain Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memberikan penjelasan bahwa acara ini dilatar belakangi dengan kampus yang menggunakan identitas Islam, selain itu UIN Malang juga merupakan wahana pengetahuan yang dilibatkan sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) nomor satu di Indonesia dan terlibat dalam Anggota World Class Member of Quality Student di Turki. “Hanya UIN Jakarta dan UIN Malang yang masuk sebagai Anggota World Class Member of Quality Students,” katanya.
Karena prestasi itulah, kata dia, UIN Malang memiliki ideologi perjuangan melahirkan generasi muda Ulul Albab. Untuk itu, UIN Malang tidak mencetak mahasiswa sebagai PNS tetapi sebegai pemimpin bangsa kelak. “Latar belakang demikian lah yang harus dikembangkan karena UIN Malang ini memiliki tiga pilar untuk menyangga kampus ini diantaranya : Ma’had, PKPBA dan HTQ,” ungkapnya.
Program-program inilah yang kemudian berkembang dan menjadi pokok penting serta ciri khas UIN Malang untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam terbaik. Kemudian kuliah tamu ini diharapkan bisa membentengi para mahasantri dan mahasiswa untuk senantiasa senang dan mencintai Al-Quran bukan hanya membaca saja tetapi bisa mengkaji dan dihafalkan.
Tujuan lain acara ini ternyata dalam rangka peresmian Pusat Qiroah Quran di UIN Malang yang ditanda tangani oleh KH. Muammar ZA, Rektor, Mundzirul Ma’had dan salah satu perwakilan Qiroah Quran di UIN Malang. Dengan semua kerja keras itu sesuatu yang harus diketahui oleh mahasantri dan mahasiswa adalah pentingnya mempelajari Al-Quran karena sebagai landasan agama islam dan menjadi pedoman agama yang seutuhnya. (ulin)



