Tatkala Seseorang Telah Kehilangan Idealisme
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Jumat, 10 Oktober 2014 . in Dosen . 6309 views

Kita seringkali melihat atau menemui pemuda atau mahasiswa memiliki semangat yang tinggi untuk berjuang demi kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Untuk merealisasikan apa yang diperjuangkan itu, mereka berani melakukan berbagai bentuk kegiatan dengan resiko yang tidak ringan. Pemuda dan atau mahasiswa seperti ini disebut telah memiliki idealisme yang tinggi.

Sebagai bentuk kegiatan memperjuangkan idealismenya itu, pemuda atau mahasiswa melakukan demonstrasi di tengah terik matahari, kehausan dan kelaparan, berani dan sanggup mengorbankan apa saja yang dimiliki, dan bahkan kadangkala harus berhadapan dengan aparat keamanan yang sedang bertugas menjaga ketertiban. Anak muda dan mahasiswa, -----atas idealismenya itu, berani melakukan apa saja dan juga resiko apapun.

Menyaksikan pemuda dan mahasiswa yang memiliki idealisme seperti itu, siapapun akan merasa bangga. Tidak perlu dikhawatirkan lagi tentang masa depan. Pemimpin yang handal akan muncul dari kalangan anak muda dan atau mahasiswa yang memiliki semangat, etos, dan idealisme yang tinggi seperti digambarkan itu.

Namun pertanyaan penting yang perlu diajukan adalah, apakah idealisme yang tinggi seperti itu selalu bertahan pada diri seseorang. Jawabnya adalah, seharusnya demikian itu. Idealisme tidak boleh hilang dari diri seseorang hingga kapan pun. Tanpa idealisme maka seseorang akan kehilangan segala-galanya. Mereka disebut sebagai orang yang pragmatis, apa yang dilakukan hanya untuk kepentingan hari ini dan untuk dirinya sendiri.

Orang-orang yang terperangkap pada kegiatan menyimpang, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, selalu mengambil jalan menerabas, dan sejenisnya adalah disebut sebagai orang pragmatis. Apa yang dilakukan atau diperbuat bukan lagi bersifat menegakkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan, tetapi justru bertolak belakang dari cita-cita mulia itu. Orang yang terjebak pada sifat pragmatis hanya mengejar sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hari ini, berjangkauan rendah, dan terbatas.

Pada kenyataannya banyak orang yang ternyata kemudian tampak kehilangan pandangannya yang ideal dan mulia itu. Mereka berubah dari idealis menjadi pragmatis. Sekalipun pada usia mudanya, mereka membenci perilaku tidak jujur, koruptif, manipulatif, dan seterusnya, tetapi dengan bertambahnya umur, pengaruh lingkungan, dan tuntutan kehidupan sehari-hari, ternyata idealismenya menjadi hilang.

Orang yang mengalami perubahan kepribadian dimaksud ternyata jumlahnya lebih banyak, dan berada di berbagai level atau tempat. Kita dengan mudah menyaksikan orang yang dulu hidupnya memiliki idealisme yang tinggi, -------pembenci korupsi, namun kemudian ternyata menjadi bagian dari apa yang sebelumnya dibenci itu. Oleh karena itu, ternyata idealisme bisa luntur, berkurang, dan bahkan juga hilang. Padahal orang yang telah kehilangan idealisme sebenarnya tidak layak menjadi pemimpin.

Dalam ajaran Islam ada konsep yang disebut dengan keimanan. Orang yang memiliki keimanan yang kokoh, maka dia akan berpegang pada nilai-nilai yang dipandang mulia yang bersumber dari ajaran agama itu. Sebagaimana idealisme, keimanan juga bisa berubah-ubah, yakni berkurang atau bertambah. Seorang yang beragama harus sanggup menjaga kleimanannya itu. Manakala keimanan seseorang telah hilang maka artinya, hilanglah keberagamaannya. Sebagaimana keimanan itu, tatkala seseorang telah kehilangan idealismenya, maka sebenarnya dia juga telah kehilangan segala-galanya.

Oleh karena itu, bolehlah para pemuda dan atau mahasiswa kehilangan apa saja yang dimiliki, tetapi janganlah sekali-kali kehilangan keimanan, cita-cita, dan idealisme yang telah disandangnya. Manakala hal yang berharga itu hilang, maka sebenarnya mereka tidak memiliki apa-apa lagi. Ilmu, pengalaman, dan kelebihan apapun lainnya tidak akan banyak memberi manfaat tatkala pemiliknya sudah tidak menyandang idealisme lagi. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up