GEMA-Setelah gelaran The 5th International Conference on Green Technology pada 7-8 November silam di Malang, sekarang UIN Maulana Malik Ibrahim selenggarakan ICSEBS 2014 di Pulau Dewata, Bali. Acara International Conference on Science, Engineering and Built Environment 2014 ini akan mengangkat sebuah isu global tentang green Technology yang ramah lingkungan namun tetap mempunyai nilai praktis yang tinggi. Gelaran international yang diselenggarakan selama 4 hari ini (24-27/11) dilaksanakan di Sanur Paradise Hotel, Bali.
Kegiatan level intenasional ini merupakan hasil kerjasama dari beberapa kampus besar di Asia, sebut saja Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Putra Malaysia, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Sains Malaysia. Hal ini juga semakin menegaskan konsep integratif UIN Malang yang menggabungkan antara kekuatan spiritual dan wawasan ilmu pengetahuan sebagai jawaban tantangan zaman. Dengan keikutsertaan kampus hijau sebagai salah satu penyelenggara science event ini, menjadi sebuah bukti nyata bahwa kampus Islam juga mampu berkiprah dalam kancah perkembangan teknologi dunia.
Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Nangkula Utaberta, IAI dari Universitas Putra Malaysia (UPM) mengatakan bahwa ICSEBS 2014 merupakan sebuah platform untuk membahas berbagai macam issue global. “ICSEBS 2014 is a platform for bridging among academicians, professionals as well as students to share knowledge and understanding on various issues in order to search for a resolution towards a green environment,” ungkapnya. Tentunya kegiatan yang mendatangkan ahli dari berbagai negara ini akan memberikan pemikiran dan terobosan-terobosan baru dalam menghadapi permasalahan dunia yang semakin kompleks ini.
Acara ini juga menghadirkan para ahli sebagai keynote speech. Sebut saja Marek Kozlowski seorang dosen senior di University Putra Malaysia, Ghofar Rozaq Nazila seorang Presiden Direktur Relife Property Group Jakarta, Indonesia, Akira Kikuchi seorang ahli ekologi Jepang, dan Mudjia Rahardjo seorang Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka semua akan menyampaikan ide dan gagasannya sebagai solusi dalam menghadapi world global issue. (nhl)



