Berbagai Musibah : Longsor, Lengser, Dan Jatuh Tenggelam
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Minggu, 28 Desember 2014 . in Dosen . 1737 views

Beberapa bulan terakhir ini, di negeri kita terjadi peristiwa yang semuanya tidak menyenangkan. Yaitu terjadi peristiwa longsor, lengser, dan terakhir ini jatuhnya pesawat Ai Asia dan tenggelam di laut. Peristiwa longsor terjadi di Banjarnegara yang menalan banyak korban. Saling melengserkan di partai politik. Dan, terakhir pesawat Air Asia jatuh dan tenggelam di laut dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura.

Peristiwa yang demikian itu, di dalam kehidupan ini sebenarnya merupakan hal biasa. Musibah bisa saja terjadi dalam berbagai bentuk. Siapapun bisa mengalaminya. Musibah, terutama disebabkan oleh peristiwa alam seperti itu tidak akan ada kekuatan, ------kecuali Tuhan, yang mampu mencegahnya. Tanah longsor, gunung meletus, pesawat jatuh, kapal tenggelam, dan lain-lain semacamnya adalah bisa saja terjadi kapan saja.

Mendengar peristiwa tersebut, siapapun akan merasa sedih dan prihatin. Akan tetapi, manakala hal itu dikembalikan pada keyakinan, bahwa tidak ada peristiwa yang luput dari kehendak Tuhan, maka seharusnya siapa saja akan menerima. Bahwa semua yang ada ini adalah milik Allah, maka semua akan kembali kepada-Nya. Jalan untuk kembali kepada Tuhan bisa saja melalui bermacam-macam sebab atau peristiwa. Namun sebenarnya yang terpenting bukan sebab atau peristiwanya itu, tetapi adalah kedamaian dan kebahagiaan yang bersangkutan di dalam kelanjutan kehidupan ini.

Selain itu, kita juga sedih mendengar adanya peristiwa saling melengserkan. Pada akhir-akhir ini, khalayak disuguhi oleh peristiwa yang tidak menyenangkan terkait dengan kehidupan partai politik. Partai politik yang seharusnya menjadi kekuatan untuk menyatukan, ternyata justru sebaliknya, yakni terlibat perpecahan, hingga terjadi saling melengserkan di antara pengurus atau pimpinannya sendiri.

Menghadapi berbagai persoalan hidup seperti itu, maka yang diperlukan adalah kesabaran, keikhlasan, dan tawakkal. Manakala ketiga sifat mulia itu ada pada diri seseorang, maka peristiwa seberat apapun tidak akan dirasakan sebagai sesuatu yang terlalu menyedihkan secara berlebihan. Peristiwa itu tidak perlu hingga mengakibatkan keputus-asaan, dan apalagi menyalahkan keadaan. Dalam Islam diajarkan keyakinan, bahwa semua yang ada ini adalah milik Allah dan semua akan kembali kepada-Nya. Kematian tidak saja dialami oleh mereka yang terkena musibah, tetapi juga oleh semua orang. Hanya saja, sebab dan waktunya yang berbeda-beda.

Kesabaran, keikhlasan, dan tawakkal adalah sifat yang seharusnya dimiliki dan dipelihara oleh setiap orang. Siapa saja yang meninggal sebagai akibat musibah atau sebab lainnya , maka artinya yang bersangkutan sudah kembali kepada Dzat Yang Maha Memiliki-Nya. Justru persoalannya adalah terletak pada mereka yang ditinggalkan. Jika mereka mampu menata hatinya, hingga menjadi ikhlas, sabar dan tawakkal, maka peritiwa yang menyedihkan itu masih akan bisa disyukuri. Mereka akan bersyukur, bahwa setidaknya anak dan atau keluarganya kembali ke Dzat Yang Maha Kuasa dalam keadaan diketahui dan ditolong oleh banyak orang, dan tentu akan banyak yang mendoakannya.

Sifat mulia, yakni sabar, ikhlas, dan tawakkal juga penting disandang oleh siapapun, tidak terkecuali oleh mereka yang aktif dalam kegiatan politik. Sekalipun dilengserkan oleh teman sesama pimpinan partai politik, manakala bisa menerima dengan sifat mulia itu, maka juga tidak akan ada sesuatu yang dirasakan hilang. Sebab lengser dan melengserkan dalam berpolitik adalah hal biasa. Hal itu sebenarnya sama dengan kehidupan pada umumnya, bahwa siapapun yang hidup, maka pada saatnya pasti akan mengakhiri kehidupannya.

Musibah, kematian, dan bahkan lengser melengserkan dalam berpolitik, semuanya itu adalah merupakan sesuatu yang lazim terjadi, dan dapat menimpa terhadap siapapun, di mana dan kapan saja. Oleh karena itu, agar hati tetap sehat dan terjaga, maka yang harus dipelihara adalah kesabaran, keikhlasan, dan tawakkal. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up