Islam Mengajarkan Hidup Sehat
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Selasa, 2 Desember 2014 . in Dosen . 8667 views

Berbicara tentang Islam dikaitkan dengan kesehatan mungkin saja oleh sementara orang dianggap tidak terlalu relevan. Sebab pada kenyataannya, masih banyak tempat-tempat kumuh yang dihuni oleh pemeluk agama Islam. Lebih dari itu, dengan mudah kita menyaksikan berbagai lembaga yang dikelola oleh umat Islam ternyata belum memperhatikan aspek kesehatan. Kita lihat lembaga pendidikan, rumah sakit, dan bahkan tempat ibadah, lingkungannya tidak terawat sehingga kelihatan kotor.

Memang pada akhir-akhir ini sudah mulai ada kesadaran tentang pentingnya kesehatan itu. Akan tetapi masih ada kesan umum, ternyata label Islam belum menjadi ciri khas atas keunggulan, termasuk aspek kesehatannya. Misalnya tatkala melihat rumah yang bersih dan bagus, lingkungan lembaga pendidikan yang rapi dan bersih, demikian pula rumah sakit, dan tempat ibadah selalu segera memberikan kesan bahwa hal demikian itu oleh karena diurus dan dimiliki oleh umat Islam. Sementara ini ternyata masih sebaliknya, yaitu justru tatkala keadaan kurang terawat maka orang segera mengatakan bahwa hal itu oleh karena dirawat oleh orang Islam.

Adanya kesan yang kurang menyenangkan itu seringkali menimbulkan kesalah-pahaman. Mereka mengira bahwa Islam tidak mengajarkan tentang kesehatan. Padahal justru adalah sebaliknya. Islam melalui kitab suci maupun tauladan nabi, memberikan ajaran yang jelas tentang betapa pentingnya hidup sehat. Bahkan, Islam bukan saja mengajarkan tentang hidup sehat, melainkan juga agar selamat, baik di dunia maupun di akherat.

Dalam Islam, agar seseorang meraih hidup sehat, maka sepanjang hidupnya selalu diatur dan diberikan bimbingan, mulai dari ketika bangun tidur, bekerja, istirahat, makan dan minum, merawat kebersihannya, hingga tidur kembali. Ketika bangun tidur misalnya, umat Islam tidak boleh terlambat. Di waktu pagi, umat Islam harus bangun dari tidur tepat waktu, dan segera mengambil air wudlu, kemudian datang ke masjid memenuhi panggilan adzan untuk shalat bersama-sama para tetangga yang berdekatan dengan tempat ibadah itu.

Kegaiatan pagi setelah bangun tidur seperti yang dijelaskan tersebut tidak saja dijalankan secara musiman, atau hanya sewaktu-waktu, melainkan dilakukan secara istiqomah sepanjang hidupnya. Bangun pagi pada waktunya secara tepat dan istiqomah, kemudian dilanjutkan dengan bersuci, yaitu membasuh muka, kedua tangan, mengusap rambut atau kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki, maka semua itu menjadikan orang terjaga kesehatannya. Bandingkan saja misalnya, orang yang sekedar bangun dari tidur saja tidak teratur dan tidak ada kewajiban untuk melakukan sesuatu bersama-sama dengan orang lain.

Sebagai bagian dari menjaga kesehatan, Islam mengajarkan agar seseorang selalu membersihkan diri, baik lahir maupun batin. Agar badan selalu bersih, umat islam dibimbing agar mandi, bahkan ada yang disebut dengan mandi besar, berwudlu, menggunakan pakaian yang bersih dan suci, serta wangi-wangian tatkala datang ke tempat ibadah dan atau berkumpul dengan banyak orang. Terkait dengan kebersihan ini, hingga yang terkecil, umat Islam diberi tauladan oleh nabinya, misalnya agar selalu membersihkan gigi. Di kalangan umat Islam dikenal ada pembersih gigi yang disebut dengan siwak. Alat pembersih gigi berupa siwak ini, sekarang sudah diolah dengan teknologi modern dan dikemas menjadi pasta gigi.

Terkait dengan penggunaan siwak yang belum diolah, yakni yang masih berupa akar tumbuh-tumbuhan tertentu, ada saja orang yang menganggapnya kuno dan tidak ilmiah. Tatkala melihat ada orang menggunakan siwak, sekalipun sesama muslim, orang yang saya maksud menunjukkan ketidak-sukaannya. Namun pandangan dan perilaku itu, secara total berubah. Pada saat yang bersangkutan pulang dari umrah, ia justru membawa siwak dalam jumlah yang amat banyak dan kemudian membagi-bagikan kepada teman-teman dekatnya. Setelah saya bertanya terkait perubahan pandangannya itu, ia menjelaskan bahwa pernah pada suatu saat memperoleh penjelasan secara ilmiah dari seorang dokter tentang fungsi siwak, yakni tidak saja untuk membersihkan gigi, tetapi juga memperkuat dan menjaga ketahanannya.

Cerita sederhana dan agak lucu itu juga bisa dimaknai, bahwa sebenarnya Islam dengan jelas mengajarkan tentang kesehatan, termasuk kesehatan gigi. Selain itu, agar seseorang menjadi sehat, maka Islam mengajarkan agar siapapun bekerja dan istirahat dalam ukuran yang cukup. Pada waktu siang, disediakan untuk bekerja dan sebaliknya pada waktu malam hari supaya digunakan untuk istirahat. Sudah barang tentu hal itu adalah berlaku bagi kaum muslimin pada umumnya. Dan tentu, ada saja profesi tertentu yang menggunakan waktu malam untuk bekerja. Akan tetapi yang terpenting bahwa pada hakekatnya, manusia harus menjaga keseimbangan dalam hidup agar kesehatannya terjaga.

Demikian pula, masih terkait dengan kesehatan, Islam mengajarkan tentang apa saja yang boleh dikonsumsi dan bahkan hingga bagaimana mengkunsumsinya. Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi sesuatu yang bersifat sembarangan, melainkan harus selektif, yaitu makanan yang tidak menganggu dan apalagi membahayakan bagi kesehatan tubuhnya. Makanan yang boleh dikonsumsi harus halal dan baik. Bahkan terkait cara makan, Nabi memberikan petunjuk, yaitu agar makan tatkala sedang lapar dan berhenti sebelum kenyang. Hal demikian itu, di antaranya untuk menjaga kesehatan. Maka, jika diperhatikan secara saksama, ajaran Islam adalah sangat jelas, menjaga agar pemeluknya menjadi sehat lahir dan batin, dan bahkan selamat baik di dunia hingga di akherat kelak. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up