Menjaga Citra Keindahan Islam
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 18 Desember 2014 . in Dosen . 1748 views

Kiranya bisa dipastikan bahwa semua umat Islam menghendaki agar agama yang dipeluk adalah agama yang diakui oleh siapapun sebagai ajaran yang benar, unggul, dan bisa dipertanggung jawabkan. Citra yang sedemikian itu yang seharunya dijaga oleh umatnya. Sebaliknya, tidak akan ada umat Islam yang mau disebut agamanya sebagai ajaran yang tidak benar, banyak melahirkan masalah, dan apalagi terkesan rendah. Umat Islam akan membela agamanya dengan apapun yang bisa mereka lakukan.

Hal demikian tersebut itu dilakukan oleh karena umat Islam sangat mencintai agamanya. Islam dianggap sebagai jalan yang benar, membawa keselamatan, dan kedamaian, baik di dunia maupun di akherat. Kecintaan mendalam terhadap agamanya itu, menjadikan umat Islam sangat mencintai nabi, pembawa ajaran itu, ialah Muhammad. Umat Islam mencintai utusan-Nya, kitab suci, tempat ibadah, dan siapapun yang membela agama ini.

Namun sayang sekali, agama yang dianggap benar dan mulia itu, seringkali dikesankan oleh orang lain sebagai ajaran yang tidak benar. Umat Islam, dipandang sebagai komunitas yang tertinggal, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, sosial, dan lain-lain. Terkait dengan kekurangan dan ketertinggalan itu, oleh sementara kaum muslimin sendiri telah diakui, dan selanjutnya secara terus menerus dicarikan pintu sebagai jalan keluar untuk mengatasinya.

Pekerjaan tersebut tentu bukan hal ringan. Umat Islam sudah terlanjur besar, tersebar di hampir seluruh dunia. Keadaan mereka juga beraneka ragam, baik dari aspek pendidikan, politik, ekonomi, social dan lain-lain. Demikian pula, pemahaman mereka tentang Islam juga bereda-beda. Akan tetapi, sekali lagi, kecintaan mereka terhadap Islam luar biasa besarnya. Mereka itu bersedia untuk menjaga citra keindahan Islam itu.

Ajaran Islam itu sendiri sedemikian luas, meliputi berbagai aspek kehidupan. Namun demikian, menjaga citra kemuliaan dan keindahan Islam sebenarnya bisa ditempuh melalui hal yang sederhana. Misalnya, Islam itu sangat mencintai dan peduli terhadap sesama. Hal demikian itu juga memiliki dasar yang jelas dan kuat, ialah sebagaimana disebutkan di dalam hadits nabi, bahwa tidak sempurna keimanan seseorang sebelum yang bersangkutan sanggup mencintai orang lain sebagaimana mereka mencintai dirinya sendiri.

Umpama saja hadist nabi ini, berhasil dijadikan ciri khas umat Islam dalam kehidupannya sehari-hari, maka Islam akan dikenal menjadi sedemikian indah. Setiap ketemu umat Islam, maka mereka akan tampak sekali selalu saling berbagi kasih sayang. Para fakir miskin, anak yatim, orang yang mengalami kesusahan atau kesulitan, akan segera diringankan bebannya. Umat Islam akhirnya menjadi bersatu secara kokoh. Tidak ada di antara merka yang mementingkan dirinya sendiri dan sebaliknya, mengabaikan orang lain. Mereka berpandangan bahwa, sesama manusia harus saling menghormati, menghargai, dan memuliakan.

Hal yang sederhana ini, manakala benar-benar bisa dijalankan oleh umat Islam, maka ajaran yang dibawa oleh Muhammad saw, akan dipandang mulia oleh siapapun. Semua orang, -------apapun agamanya, akan bersimpatik kepada apa yang diajarkan oleh Islam itu. Sebab pada hakekatnya, siapapun yang mampu mencintai orang lain sebagaimana mereka mencintai dirinya sendiri, akan dianggap mulia. Dan, Islam mengajarkan yang demikian itu.

Oleh karena itu, manakala ajaran Islam itu sehari-hari berhasil menjadi watak, karakter, atau akhlak kaum muslimin di mana dan kapan saja, maka akan dengan sendirinya terbangun citra keindahan dan kemuliaan Isam di tengah-tengah masyarakat. Buahnya, Islam akan dicintai oleh siapapun. Lebih dari itu, Islam akan dicitrakan oleh semua kalangan, -------bahkan apapaun agamanya, sebagai ajaran yang benar-benar indah dan mulia. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up