GEMA-Baru kali ini Duta Besar RI untuk Tunisia, Rony Prasetya Yuliantoro melakukan silaturahim ke UIN Maliki Malang,
dalam kesempapatan itu Dubes RI untuk Tunisia itu tidak bisa bertemu langsung dengan Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, pada saat itu Prof Mudjia berada di Jakarta. Meski begitu, WR 2, Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo dan WR 3, Dr. H. Agus Maimun beserta para dekanat menyambut tamu kehormatan tersebut penuh dengan kehangatan (6/2).
Dalam pembicaran singkat itu, Rony Prasetya Yuliantoro sebai duta besar RI yang baru untuk Tunisia menyampaikan bahwa pihaknya sampai saat ini terus berupaya untuk meningkatkan pola kerja sama bilateral yang lebih kuat antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Republik Tunisia. "Indonesia memiliki tempat yang dekat di hati rakyat Tunisia dan saatnya meningkatkan hubungan bilateral yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan itu Agus Maimun menjelaskan prestasi yang telah diraih UIN Maliki Malang saat ini. Kampus yang dijadikan percontohan ini telah dipilih oleh Kemenag sebagai kampus yang disiapkan menjadi kampus kelas dunia (World Class University, red.), sejak UIN Maliki berubah setatusnya menjadi universitas UIN Maliki yang diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kampus ini terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. “UIN Maliki secara lembaga telah terakreditasi A, Sitem BLU terbaik di lingkungan PTAIN dan satu-satunya kampus dibawah Kemenag yang memiliki mahasiswa asing terbanyak,” ungkapnya.



