Menjadi Kelompok Pemenang
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Senin, 23 Februari 2015 . in Dosen . 1239 views

Dalam kehidupan ini, mau tidak mau, memang selalu terjadi persaingan, kompetisi, berebut, dan bahkan juga saling berperang. Di lingkungan keluarga, yang terdiri atas seorang ayah, ibu, anak, dan pembantu, seringkali juga terjadi saling bersaing, berkompetisi, dan berebut. Di antara mereka misalnya, saling berebut menggunakan omputer, berebut kendaraan, berebut buah yang jumlahnya terbatas, dan lain-lain.

Perebutan dan persaingan itu tidak selalu negatif. Ada persaingan yang justru menguntungkan. Pihak-pihak yang saling bersaing menjadikan mereka semakin kuat. Dalam persaingan, kompetisi, atau perebutan, semua pihak menghendaki menang. Siapa saja yang merasa menang atau unggul akan senang, dan begitu pula sebaliknya yang kalah akan kecewa. Maka, untuk memenangkan persaingan, semua berusaha memperkuat dirinya agar unggul dan akhirnya menjadi menang.

Jika di lingkungan keluarga, komunitas yang paling kecil saja terjadi persaingan, maka di kelompok lebih besar juga sama. Maka seringkali terdengar adanya t persaingan antar organisasi, antar desa, antar kota, antar propvnsi, dan bahkan juga antar negara. Jangan dikira antar negara tidak melakukan persaingan. Indonesia dengan malaysia, Brunai, Piliphina, dan lain-lain,

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up