Biasanya setelah sholah subuh di masjid, saya langsung menulis artikel pendek sebagai kegiatan rutin sehari-hari. Namun kegiatan itu tidak saya lakukan, oleh karena ada pekerjaan lain yang harus segera saya selesaikan. Namun agak siang sedikit, saya ditilpun oleh Dr. Bambang Triono, Rektor IKIP Veteran Semarang yang kebetulan sedang berada di Malang dan ingin bersillaturrahmi ke rumah untuk membicarakan sesuatu. Dr. Bambang Triono, sebelum menjadi Rektor PTS di Semarang tersebut adalah dosen tetap VEDC Malang, namun atas keputusannya sendiri, keluar dari PNS, ingin menjadi orang bebas dan berusaha mengembangkan kewirausahaan.
Keinginan Rektor IKIP Veteran Semarang yang disampaikan lewat tilpun tersebut saya setujui, dan saya menunggu di rumah. Tidak lama kemudian, beliau datang dengan mengemudikan sendiri mobil kampusnya yang bertuliskan IKIP Veteran Semarang. Sebagaimana biasa, Dr. Bambang Triono selalu mengajak berbicara tetang pengembangan entrepreneurship. Setiap ketemu di mana saja, dia selalu menyampaikan obsesinya untuk menjadi penggerak berwirausaha di kalangan masyarakat, agar kebutuhan hidup mereka tercukupi dan mampu mandiri.
Setiap datang ke rumah saya, ia selalu mengemukakan kegalaunnya ketika melihat sendiri keadaan masyarakat di pedesaan atau bahkan juga yang berada di kampung-kampung perkotaan, ternyata sekedar mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari masih mengalami kesulitan. Dikatakan olehnya bahwa, banyak rakyat yang sebenarnya menjerit atas penderitaan yang dialami sehari-hari karena kekurangannya itu. Padahal keadaan yang memprihatinkan itu sebenarnya bisa dicegah dengan cara mereka diberikan bimbingan untuk berusaha lewat berbagai macam kegiatan produktif yang mudah dan murah, dengan sekedar memanfaatkan lingkungannya.
Oleh karena sejak masa kecil hidup di pedesaan, saya memiliki pengalaman berwirausaha sehingga tidak sulit memahami konsep yang ditawarkan oleh Dr. Bambang dimaksud. Bahkan saya juga memberikan pengalaman nyata tentang apa yang saya alami sendiri tentang kewirausahaan itu. Saya juga menyampaikan bahwa konsep yang ditawarkan olehnya, jika dilaksanakan dengan sunguh-sungguh, dan istiqomah, akan membawa hasil. Hanya saja untuk menjadikan agar orang mau bekerja secara sungguh-sungguh dan istiqomah itulah yang sebenarnya tidak mudah. Kebanyakan orang biasanya tidak telaten, cepat bosan, dan tidak bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, apalagi yang dikerjakan itu adalah sesuatu yang baru dan belum dianggap jelas untungnya.
Pengalaman sukses yang saya maksudkan itu adalah sangat sederhana sekali. Salah satu di antaranya terkait kehidupan pemuda yang punya jiwa penakut di pedesaan. Kesuksesannya berwirausaha ternyata justru bermodalkan rasa takut itu. Bahwa pada umumnya anak remaja di pedesaan, setelah dikhitan, maka dianggap tidak pantas tidur di rumah. Anak-anak khususnya laki-laki, di kampung saya, selalu tidur bersama-sama di mushalla. Dalam kisah itu, di antara anak-anak remaja yang biasa tidur di mushalla tersebut ada yang memiliki jiwa penakut yang luar biasa. Jika suatu saat, bakda maghrib, wudhunya sudah batal,



