Manakala bangsa ini diharapkan menjadi maju hingga mampu meraih cita-citanya, maka harus dijaga kesehatannya. Berbicara kesehatan tidak cukup hanya dari satu aspek, misalnya hanya sebatas dari fisiknya. Secara fisik bisa saja seseorang atau bahkan bangsa ini sehat, tetapi dari aspek psikhisnya sebenarnya kurang prima. Bahkan psikhis jauh lebih penting dari kesehatan fisik itu.
Seseorang yang kaki atau tangannya sakit masih bisa diajak berpikir, tetapi sebaliknya jika pikiran atau jiwanya sedang sakit maka fisiknya akan ikut lemah. Oleh sebab itu, jika harus memilih, maka orang tidak akan mau memilih sakit pikiran atau jiwanya. Sebab jika jiwa atau pikiran seseorang sudah sakit, maka akan sakit segala-galanya.
Secara fisik bangsa ini sangat sehat. Birokrasi pemerintahan, social politik, ekonomi, pendidikan, keamanan dan pertahanan terjaga dengan baik. Jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan, maka hal itu hanyalah sebagai bagian dinamika sebuah kehidupan. Di mana-mana persoalan itu pasti ada. Bahkan sebagai pertanda kehidupan itu sendiri adalah tatkala sedang ada masalah. Tidak akan mungkin kehidupan sepi dari problem.
Sebaliknya, jika dilihat dari aspek psikhis atau jiwa bangsa ini, maka terasa ada gangguan. Konflik ada di mana-mana. Partai politik, mulai dari PPP, Golkar, dan mungkin juga lainnya selalu terdengar ada perseteruan antar pimpinannya. Hubungan kurang harmonis terjadi antara KPK dan Polisi sudah agak lama terjadi. Keadaan serupa antara Gubernur DKI dan anggota DPRD nya. Lembaga yang disebut sehat manakala orang-orang yang ada di dalamnya berhasil membangun harmoni.
Sebagai pertanda kurang sehat lainnya, tampak dari banyaknya pejabat pemerintah yang menyimpang, dan kemudian dipenjarakan. Anehnya, pejabat dinyatakan salah dan masuk penjara diangap biasa. Seolah-olah nilai kemanusiaan sedemikian murah. Orang lebih menghargai harta atau jabatan dari pada nilai kemanusiaannya.
Dalam suasana orang lebih menghargai harta dan jabatan itu, ternyata ada fenomena sebaliknya, yakni nilai-nilai kemanusiaan semakin terlupakan. Suasana kekeluargaan, hubungan tali sillaturrahmi, saling menjaga dan menghormati dan semacamnya menjadi semakin hilang. Mobil, rumah, dan uang lebih dihargai daripada pemilik barang atau uang itu sendiri. Kehidupan menjadi benar-benar aneh, sehingga tepat disebut kesehatannya sedang terganggu.
Kehidupan disebut sehat manakala orang atau masyarakat mampu berpihak kepada kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai bagian dari pertanda orang mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan adalah tatkala orang merasa sedih ketika melihat kesulitan dan penderitaan orang lain, dan bukan justru sebaliknya, yaitu senang tatkala melihat orang lain susah atau sengsara.
Bangsa yang sehat adalah bangsa yang mampu menjaga keselamatan bagi seluruh warga negaranya. Bangsa yang selalu konflik, saling menghujat, menjatuhkan satu sama lain, saling mengkriminalkan, berebut, dan seterusnya, adalah sebagai petanda bahwa bangsa itu sedang sakit. Siapapun yang sedang sakit, tidak akan maju. Sedangkan untuk menjaga kesehatan, apalagi kesehatan psikhis, tidak ada lain kecuali adalah seharusnya berpegang pada ajaran yang datang dari Tuhan, ialah agama. Wallahu a'lam.



