10 Rektor PTN Se-Jatim Bahas Persoalan Bangsa dan Internal Kampus
Abadi Wijaya Senin, 6 April 2015 . in Berita . 2147 views
535_forum-rektor.jpg

GEMA-Lagi, Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur kembali mengadakan pertemuan rutinan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,

kegiatan triwulanan itu diselenggarakan di kampus II UIN Maliki Malang tepatnya di rumah singha yang berada di Pascasarjana di Jl. Ir. Soekarno No. 1 Dadaprejo Kec. Junrejo Kota Batu untuk membahas persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dan internal kampus. Khusunya persoalan penerimaan mahasiswa baru tahun 2015 ini (31/3).

Forum ‎Paguyuban Rektor se-Jatim di kampus Pascasarjana UIN Maliki Malang itu dihadiri seluruh rektor dari 10 PTN di Jatim. diantaranya rektor itu dari Unej Jember, Universitas Trunojoyo Madura. UPN Surabaya, ITS, Unesha, UIN Sunan Ampel Surabaya dan Unair Surabaya‎.

Sementara itu dari PTN Malang hadir rektor Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Rektor UIN Maliki Malang, Prof DR Mudjia Rahardjo yang sekaligus sebagai tuan rumah dalam kegiatan paguyuban rektor PTN tersebut.

Mengawali sambutannya, Prof. Mudji mengajak kepada semua PTN untuk senantiasa maju bersama dan meningkatkan pelayanan kepada stakeholder yang dalam hal ini kepada mahasiswa. Selain itu, dalam forum silaturahim antar rektor PTN se Jatim itu Mantan wakli Rektor Bidang Akademik itu juga memaparkan rencana perkembangan kampus III UIN Maliki Malang yang berada di Desa Precet Kec. Junrejo Kota Batu. “Kami mohon doa dan restunya agar rencana pembangunan kampus III di atas tanah 100 hektar ini bisa lancar dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat secara luas,” harapnya.

Ketua Paguyuban Rektor  se Jatim, Prof Dr Fasichul Lisan saat memimpin rapat mengatakan, bahwa negara Indonesia di bawah kepemipinan Presiden Joko Widodo telah menghadapi banyak masalah baik masalah persoalan hukum, ekonomi, maupun politik. Namun, dalam forum rektor kali ini akan difokuskan pada ada dua persoalan saja yaitu masalah global nasional dan internal kampus. “Persoalan kebangsaan itu lebih pada persoalan hukum, ekonomi, politik. Sedangkan mengenai internal kampus lebih fokus pada masalah penerimaan mahasiswa baru,” ungkapnya.

Saat ditanya persoalan hasil rumusan rekomendasi Rektor Unair itu menegaskan bahwa pembahasan persoalan global nasional dan masalah penerimaan maba itu masih belum selesai dan akan dilanjutkan dalam forum rektor berikutnya di kampus ITS. “Poin rekomendasinya belum bisa disebutkan, oleh karena itu pertemuan forum rektor di UIN Maliki ini belum bisa mengeluarkan rekomendasi dan akan dilanjutkan kembali di ITS,” pungkasnya.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up