Setiap orang mendambakan kehidupan yang damai dan sejahtera. Namun kehidupan yang dimaksudkan itu ternyata tidak mudah di dapat dan kadang juga mahal. Kedamaian yang dimaksudkan bersifat utuh, ialah damai dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, dengan alam, dan juga damai dengan Tuhan.
Berdamai dengan dirinya sendiri dalam arti terbebas dari rasa takut, khawatir, was-wan, dan sebaliknya, memiliki kercayaan diri yang kokoh, Damai dengan sesama manusia artinya terjadi saling mengenal, saling memahami, saling menghargai, saling mencintai, dan akhirnya meningkat menjadi saling bertolong menolong. Untuk mewujudkan cita-cita itu, orang dianjurkan untuk bersilaturrahmi. Melalui sillaturrahmi itu, orang menjadi saling mendekat secara sempurna, dalam arti dekat secara fisik maupun secara psikisnya.
Kedamaian yang paling puncak, adalah merasa berdamai dan atau dekat pada Tuhan. Untuk meraih suasana yang membahagikan itu, siapa saja harus melakukan berbagai kegiatan, seperti misalnya berdzikir baik secara sendirian atau bersama-sama, shalat fardhu maupun shalat sunnah dan bahkan shalat malam secara istiqomah dan khusu', menunaikan ibadah puasa, baik puasa wajib atau puasa sunnah, menunaikan ibadah haji atau umrah, dan juga banyak berdo'a.
Berbagai jenis kegiatan tersebut seharusnya dilakukan, agar yang bersangkutan merasa dekat pada Tuhan. Sebagai contoh orang yang sedang melakukan shalat malam secara khusus', maka yang bersangkutan merasa bisa berdialog dengan Tuhan, hatinya menjadi damai, dan merasa puas setelah menjalankan ritual itu. Demikian pula, seseorang yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji, mulai dari wukuf di arafah, melempar jumrah di Mina, thawwaf, sa'i, dan tahallul, maka tidak sedikit orang yang menangis. Mereka menangis oleh karena merasa terharu, bahagia, dan berdamai dengan Tuhannya. Apa yang diperintahkan-Nya, dirasakan telah berhasil dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Sebagai contoh lainnya lagi, banyak orang tatkala sedang mengikuti dzikir bersama-sama, di manapun tempatnya, merasakan adanya suasana dekat pada Tuhan. Ucapan dzikir yang dilantunkan bersama akan mampu melahirkan suasana khusu' dan damai, bahkan kedamaian itu juga sekaligus, baik dengan dirinya sendiri, dengan alam, dan juga dengan Tuhan. Orang yang sedang mengucapkan kata atau kalimat mulia dan suci, seperti tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir, maupun berjenis doa-doa lainnya akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian itu.
Persaan damai itulah sesungguhnya yang menjadikan kegiatan dzikir bersama, di mana saja, sangat cepat mendapatkan pengikut hingga jumlahnya puluhan ribu, dan juga anggotanya sangat loyal pada kegiatan itu. Bagi orang yang belum merasakan dan atau memahami kedamaian yang diperoleh melalui kegiatan dzikir bersama-sama akan bertanya-tanya, mengapa dalam suasana yang tidak mendukung,



