Janganlah Melakukan Kelalaian Seperti Rusa
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Jumat, 17 April 2015 . in Dosen . 14324 views

Orang sekarang, apalagi yang berada di pulau Jawa, kiranya jarang melihat rusa. Umpama masih bisa melihat, paling-paling rusa yang berada di kebun binatang. Rusa di tempat itu sudah tidak kelihatan perilaku aslinya, misalnya kemampuan larinya yang sedemikian kencang. Rusa yang sudah dijinakkan dan berada di kebun binatang sudah mirip dengan kambing. Tidak akan mungkin kelihatan lari cepat.

Ketika masih kecil, bertempat tinggal di pedesaan dan kebetulan desa itu dekat dengan hutan, saya sesekali masih lihat rusa atau kijang berlari amat kencang. Umpama dilombakan lari antara rusa dan macan, maka macan akan kalah. Tetapi anehnya, macan mampu mengejar dan menerkam rusa. Sekalipun rusa larinya lebih kencang dibanding macan, tetapi binatang yang menyerupai kambing itu, bisa berhasil dikejar dan diterkam oleh macan.

Keberhasilan macan mengejar kijang atau rusa itu tampaknya oleh karena faktor kelalaian saja. Rusa ketika berlari, selain larinya tidak lurus, sering menolah-noleh ke kanan dan atau ke kiri, bahkan juga ke balakang. Akibatnya, secepat apapun rusa berlari, selalu bisa dikejar dan akhirnya diterkam. Umpama, binatang yang selalu tampak gesit itu tidak melakukan kesalahan, maka binatang buas sehebat apapun tidak akan mampu mengejarnya.

Binatang yang dikenal sebagai jagoan lari itu ternyata kelemahannya sederhana, namun fatal terhadap keselamatannya. Kelemahan yang dimaksudkan itu, sebagaimana disebutkan di muka, ialah ketika berlari, rusa suka menoleh, sehingga secepat apapun larinya, ia bisa dikejar. Belajar dari ayat kauniyah ini, kita seharusnya dalam menjalani hidup ini tidak perlu terlalu banyak menolah-noleh. Apalagi, jika arah dan tujuan yang ingin dicapai sudah jelas. Sebab, dengan banyak menolah-noleh, menjadikan pekerjaan tidak fokus dan akhirnya gagal.

Bangsa Indonesia sebenarnya telah memiliki dokumen tentang dasar, tujuan, arah, dan berbagai hal lainnya untuk membangun bangsa ini. Pancasila, UUD 1945, Bhineke Tunggal Eka, NKRI adalah merupakan dokumen yang dimaksudkan itu. Namun, mungkin saja, oleh karena banyak menoleh, sekalipun sudah merdeka hingga 70 tahun, tujuan mulia itu masih dirasakan jauh dari harapan. Hal itu disebabkan oleh karena kelalaian para pemimpinnya, seperti dialami oleh rusa sebagaimana dikemukakan di muka.

Bahkan, jika diamati secara saksama, para pemimpin bangsa ini, ternyata bukan saja banyak menolah-noleh melainkan di antara mereka juga saling mengganggu, mementingkan diri sendiri, berpecah belah atau konflik, tuduh menuduh, saling mengkriminalkan, memenjarakan, dan berbagai hal lainnya yang merugikan terhadap bangsa ini secara keseluruhan. Kita melihat misalnya, perpecahan di internal partai politik, berebut posisi dan jabatan, pecat-memecat dalam organisasi di antara teman sendiri adalah dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Berbagai kesalahan tersebut ternyata tidak saja terjadi di dunia politik, tetapi juga di berbagai lapangan kehidupan lainnya, termasuk di dunia akademik. Banyak mahasiswa yang sekedar menyelesaikan tugas akhir, ------skripsi, thesis, dan bahkan juga disertai, ternyata juga tidak segera selesai. Keterlambatan itu disebabkan, mereka terlalu banyak menolah-noleh. Menunda-nunda pekerjaan dianggap sebagai hal biasa, hingga semangatnya hilang di tengah jalan. Beralasan bahwa waktunya masih panjang, dosen pembimbing sulit dihubungi, langkanya literatur, dan sebagainya menjadikan tugasnya itu tidak segera diselesaikan. Akhirnya, mahasiswa dimaksud diterkam oleh waktu, dan akhirnya dinyatakan gagal.

Bahwa sebenarnya, melakukan kesalahan dengan bentuk membuang-buang waktu, potensi, dan sejenisnya itu tidak saja dilakukan oleh rusa atau kijang, melainkan juga oleh kebanyakan manusia. Akibatnya, mereka pasti merugi. Al Qur'an juga mengingatkan dengan jelas, bahwa dalam menjalani kehidupan ini agar selalu selalu memperhatikan waktu atau kesempatan. Sedemikian pentingnya waktu, hingga Tuhan bersumpah dengan mengatakan : 'wal

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up