Antara Organisasi Massa Dan Organisasi Profesional
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 27 Mei 2015 . in Dosen . 4488 views

Seringkali muncul kekecewaan dari banyak kalangan terhadap prestasi kepemimpinan seseorang. Pada awalnya seseorang dianggap hebat dan kemudian ditunjuk atau dipilih menjadi pemimpin. Akan tetapi, belum lama menjabat, ternyata kepemimpinanya dianggap tidak memuaskan. Pemimpin dimaksud tidak menunjukkan kemampuan sebagaimana yang diharapkan. Akibatnya, banyak orang kecewa atas kepemimpinannya itu.

Kekecawaan tersebut sebenarnya bersumber dari hal sederhana. Yaitu tidak disadari bahwa ada perbedaan antara kepemimpinan organisasi massa dan organisasi profesional. Seseorang yang semestinya cocok memimpin organisasi massa diserahi tugas untuk memimpin organisasi profesional. Seseorang yang tampak pintar berpidato di muka umum, ceramah, atau berkotbah sebenarnya belum tentu mampu memimpin organisasi profesional, misalnya memimpin kampus, birokrasi pemerintah, atau perusahaan.

Dua jenis organisasi, yaitu antara organisasi massa dan organisasi profesional seharusnya dilihat secara berbeda, dan begitu pula dalam memilih pemimpinnya. Memimpin organisasi profesional, seperti birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, perusahaan, dan sejenisnya akan berbeda dengan memimpin organisasi massa. Pemimpin organisasi profesional harus memahami betul tentang jenis tugas, sumber daya, target yang harus diselesaikan, dan bahkan jenis dan jumlah anggaran yang diperlukan sehari-hari dan bahkan pada setiap tahunnya.

Berbeda dengan pemimpin organisasi profesional adalah pemimpin organisasi massa. Pemimpin organisasi massa sehari-hari tidak terlalu dituntut untuk melakukan sesuatu, kecuali pada saat-saat tertentu, yang memang sedang memerlukan penyelesaian terkait dengan organisasinya. Pemimpin partai politik atau organisasi sosial keagamaan misalnya, sehari-hari tidak perlu berada di kantor untuk memimpin anak buah sebagaimana pemimpin organisasi profesional. Oleh karena itu, pemimpin organisasi massa bisa dirangkap dengan tugas-tugas lainnya.

Kekeliruan dalam melihat perbedaan antara keduanya, yakni antara pemimpin organisasi profesional dengan pemimpin organisasi massa, maka akan berakibat fatal. Misalnya, organisasi profesional dipimpin oleh orang yang hanya bisa berpidato, berceramah atau berkhutbah, maka organisasinya tidak akan maju dan atau berkembang. Memimpin organisasi profesional tidak cukup hanya berbekalkan sebagaimana yang diperlukan oleh pemimpin organisasi massa. Selain pintar berceramah, pemimpin organisasi profesional seharusnya juga mampu memanage organisasinya secara profesional.

Kedua jenis organisasi tersebut memiliki ciri yang berbeda. Organisasi massa bisanya digerakkan oleh kekuatan idiologis. Oleh karena itu pemimpin yang mampu menjelaskan idiologi organisasinya, maka akan dianggap hebat. Penjelasannya itu akan melahirkan simpatik dan bahkan kecintaan dari para pendukungnya secara mendalam. Itulah sebabnya, organisasi massa seringkali diliputi oleh suasana emosional, subyektif, tertutup, dan bahkan irrasional. Berbeda dengan organisasi massa, adalah organisasi profesional, biasanya lebih bersifat rasional, terbuka, obyektif, dan mudah diukur.

Pemimpin perguruan tinggi,

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up