Berbicara NU Adalah Berbicara Perjuangan
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Senin, 4 Mei 2015 . in Dosen . 1017 views

Saya agak mengerti tentang NU adalah dari ayah dan ibu saya sendiri. Sejak kecil, sewaktu masih hidup di pedesaan bersama kedua orang tua, saya selalu diberi contoh menjadi NU yang seharusnya. Organisasi yang dipimpin oleh para ulama ini, menurut ayah saya, adalah bertujuan untuk memperjuangkan agar Islam menjadi pedoman hidup di tengah-tengah masyarakat. Ayah selalu menggambarkan bahwa Islam itu indah, oleh karena itu orang harus diajak untuk menjalani hidup yang indah itu.

Ayah saya selalu berbicara tentang tabligh, yaitu mengajak orang agar sehari-hari menjalankan ajaran Islam. Bertabligh itu, masih kata ayah saya, tidak gampang. Sekalipun Islam itu disebut sebagai ajaran, yang jika dijalankan, menyejukkan dan indah, akan tetapi tidak semua orang segara menyambutnya dengan baik. Tabligh itu harus disampaikan dengan hati-hati, sabar, dan juga arif. Ayah menjelaskan, bahwa bertabligh itu bagaikan menyuapi anak kecil.

Siapapun, tidak terkecuali anak kecil membutuhkan makanan, tetapi belum tentu mereka sedemikian mudah disuapi. Untuk menyuapi anak kecil tidak perlu ia diajak duduk di ruang makan, tetapi akan lebih tepat justru dibawa ke tempat yang menyenangkan. Bahkan, jika perlu, anak kecil dimaksud harus digendong. Mereka dihibur, diajak menyanyi, ditunjuki binatang atau apa saja agar senang. Di tengah suasana gembira itu, nasinya disuapkan. Pekerjaan itu harus telaten, kadang hingga berjam-jam, baru nasinya habis.

Bertabligh atau berdakwah, kata ayah saya, harus seperti menyuapi anak kecil itu. Tidak boleh dipaksakan. Mengajak seseorang pada Islam harus dilakukan dengan bijak. Para wali songo dulu dalam berdakwah hingga berhasil juga lewat berbagai cara, di antaranya lewat seni. Cerita pewayangan, syi'ir, berbagai jenis tembang, dan lain-lain digunakan untuk berdakwah. Pada akhir-akhir ini, di beberapa kota, para kyai berdakwah melalui kegiatan dzikir bersama. Lewat cara itu, maka nilai-nilai Islam masuk pada alam kesadaran sehingga,

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up