Oleh sementara orang, menggadaikan sesuatu dianggap tabu, atau paling tidak melahirkan rasa malu. Meminjam uang ke kantor pegadaian dengan jaminan barang yang dimiliki terkesan sebagai orang yang dalam keadaan kepepet. Kesan tersebut, rupanya ingin diubah oleh pihak pegadaian sendiri melalui motto yang amat simpatik dan menarik.
Motto pegadaian yang menarik dan simpatik itu berbunyi : ' menyelesaikan masalah tanpa melahirkan masalah'. Rupanya melalui motto itu sengaja dibangun kesan bahwa, siapa saja dalam menjalani kehidupan sehari-hari pada suatu saat, pasti menghadapi masalah. Selain itu lewat motto dimaksud dibangun kesan bahwa, kehadiran pegadaian bukan semata-mata bersifat komersial, melainkan ingin menolong masyarakat menyelesaikan masalah dengan mudah, tepat, dan tidak melahirkan masalah baru.
Melalui promosi tersebut diharapkan siapa saja yang datang ke kantor pegadaian tidak terkesan rendah, dan terganggu harga diri atau gengsinya, tetapi adalah orang yang akan menyelesaikan masalah dengan tepat. Promosi dimaksud disampaikan melalui berbagai media, baik elektronik maupun cetak. Hasilnya, tidak saja memperkenalkan produk pegadaian itu sendiri, tetapi juga mendidik atau setidaknya mengingatkan masyarakat, bahwa tatkala seseorang menyelesaikan masalah, hendaknya jangan sampai melahirkan masalah baru.
Umpama saja motto pegadaian itu bisa diimplementasikan di berbagai tempat, tidak terkecuali di lembaga pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain, maka hasilnya akan luar biasa. Namun, pada kenyataannya tidak mudah dilakukan. Maunya akan menyelesaikan masalah, tetapi yang terjadi adalah justru melahirkan masalah baru yang tidak kurang rumitnya. Maka yang terjadi adalah bukan menyelesaikan masalah, melainkan mengembang biakkan masalah.
Hal yang lebih ideal tetapi amat sulit dilakukan adalah menyelesaikan satu masalah namun berdampak pada penyelesaikan masalah lainnya. Mereboisasi hutan misalnya, bukan saja menjadikan hutannya bertambah lebat, tetapi melalui proyek itu juga mengurangi pengangguran oleh karena banyak orang dipekerjakan pada program itu, menguntungkan bagi pejual benih, mengurangi banjir, dan lain-lain.
Namun diiakui atau tidak pada akhir-akhir ini, hingga pemerintah dan juga banyak lagi kalangan lainnya, dalam menyelesaikan masalah justru melahirkan masalah baru. Contoh sederhana yang terjadi belum lama ini, yaitu dalam pengangkatan kapolri baru. Sekalipun hal itu adalah hal rutin, ternyata juga memunculkan masalah baru. Konflik antara KPK dan Polri yang tidak mudah diselesaikan adalah muncul oleh karena proses pengangkatan dimaksud semula terasa dipaksanakan.
Contoh lainnya yang mudah ditemui adalah dalam dunia pengadilan. Pada awalnya kehadiran lembaga itu adalah untuk menegakkan keadilan. Akan tetapi, oleh karena proses itu tidak selalu dijalankan secara tepat, maka yang terjadi adalah munculnya rasa ketidak-adilan. Selain itu, masih ada kaitannya dengan pengadilan adalah lembaga pemasyarakatan. Seseorang dimasukkan ke lembaga itu agar berubah menjadi baik, tetapi ternyata dalam banyak kasus, tidak sedikit orang justru belajar kejahatan dari tempat itu.
Dengan demikian, banyak orang atau pemimpin di dalam menyelesaikan masalah ternyata justru melahirkan masalah baru. Padahal sebagaimana motto pegadaian adalah, menyelesaikan masalah tanpa melahirkan masalah. Motto itu ternyata tidak gampang dilaksanakan, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Melalui pendidikan adalah dimaksudkan agar para siswa menjadi jujur atau bisa dipercaya. Akan tetapi dari tempat itu ternyata juga lahir kebiasaan menyontek yang pada hakekatnya adalah melakukan perbuatan tidak jujur.
Rasanya memang tidak gampang menyelesaikan masalah dalam kehidupan ini. Bahkan kehadiran organisasi sosial politik yang dimaksudkan adalah untuk menyatukan dan memperjuangkan pandangan, gagasan, dan idiologi dalam membangun bangsa, tetapi ternyata yang terjadi adalah justru konflik dan perpecahan. Konflik dan atau pertikaian yang dialami oleh beberapa partai politik pada akhir-akhir ini adalah merupakan contoh, bahwa menyelesaikan masalah tidak selalu mudah, apalagi menyelesaikan masalah tanpa melahirkan masalah. Tapi apapun, motto itulah yang amat ideal, sekalipun sulit diwujudkan. Wallahu a'lam.



