Prestasi Luar Biasa Mahasiswa UNISMA Yang Agaknya Terlewatkan
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 28 Mei 2015 . in Dosen . 4487 views

Di tengah-tengah isu terkait dengan perguruan tinggi yang tidak menyenangkan, maka mengungkap prestasi lulusan perguruan tinggi, apalagi perguruan tinggi swasta, adalah terasa penting. Mengapa menyebut swasta, oleh karena seringkali perguruan tinggi swasta danggap kurang bermutu dibanding negeri, padahal sebenarnya tidak selalu begitu.

Demikian pula ketika terdengar isu penyimpangan, sebagaimana pada akhir-akhir ini, ialah adanya ijazah palsu, maka perhatian orang juga segera tertuju pada perguruan tinggi swasta. Seolah-olah perguruan tinggi swasta tempatnya kesalahan dan lebih tepat dituduh melakukan penyimpangan. Padahal penyimpangan itu sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak terkecuali adalah oleh perguruan tinggi milik pemerintah.

Sekalipun tidak banyak diketahui, sebenarnya tidak sedikit prestasi unggul yang dilahirkan dari perguruan tinggi swasta. Keunggulan itu juga tidak selalu sederhana, bisa saja menyangkut akademik dan bahkan sekaligus menyangkut karakter yang bagi siapapun masih sulit meraihnya, tidak terkecuali oleh perguruan tinggi sekalipun. Sebagai contoh, dan sengaja ditulis adalah apa yang diraih oleh lulusan UNISMA, yang menurut hemat saya adalah sangat luar biasa.

Ketika berkunjung ke sebuah pesantren di Kabupaten Blora beberapa waktu yang lalu, 23 Mei 2015, lsaya ketemu dengan lulusan Universitas Islam Malang (UNISMA) yang saya maksud itu. Sebenarnya sudah cukup lama saya mengenalnya, oleh karena ia telah menjadi pegawai di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Namun selama itu, saya tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan itu adalah alumni perguruan tinggi Islam di Malang itu, dan juga tidak mengetahui bahwasanya dia memiliki prestasi yang membanggakan, serta berasal dari Blora.

Selama ini saya mengenalnya oleh karena, sikapnya terhadap jenis pekerjaan yang diberikan kepadanya agak aneh. Ia mengeluh dan merasa berat ketika diberi tugas pada bagian keuangan. Sudah beberapa kali, ia meminta agar dipindah ke tempat lain. Dia merasa tidak betah dan takut jika diserahi tugas mengurus keuangan. Padahal banyak orang justru berkeinginan mendapatkan tugas di bagian keuangan atau sebagai bendahara. Pegawai dimaksud justru sebaliknya, yakni tidak betah dan ingin menghindar dari tugas mengurus keuangan. Dia mengaku diberi tugas apapun mau, asalkan bukan di bagian keuangan.

Permintaan tersebut hingga saya selesai memimpin kampus itu tidak pernah saya penuhi, dengan alasan bahwa selama itu tidak pernah ditemukan adanya penyimpangan keuangan. Selain itu, justru orang yang tidak berkeinginan di tempat keuangan itu maka saya nilai jujur dan harus dipertahankan berada di tempat itu. Ternyata memang demikian itu pada kenyataannya, selama dia memegang keuangan tidak pernah ada laporan penyimpangan. Semua pekerjaannya berhasil diselesaikan tepat waktu dan kelihatan sekali kejujurannya. Oleh karena itu, saya lebih memilih tidak mengabulkan permintaannya untuk pindah ke tempat lain.

Baru beberapa waktu yang lalu, ketika memenuhi undangan dari pondok pesantren di kabupaten Blora, saya tahu bahwa staf yang saya nilai amat jujur dimaksud berasal dari kabupaten itu. Di tempat itu, saya juga memperoleh informasi agak lengkap tentang pegawai UIN Malang yang saya maksudkan itu. Di antaranya bahwa, ijazah yang digunakan untuk melamar menjadi pegawai di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diperoleh dari UNISMA. Prestasinya bisa disebut luar biasa, oleh karena dia bisa menyelesaikan belajarnya hanya dalam waktu tiga setengah tahun, namun berhasil meraih prestasi terbaik tingkat universitas. Bahkan selama tiga setengah tahun itu pula, ia juga berhasil menghafal al Qur'an hingga sempurna, 30 juz.

Mendengar penjelasan itu bagi seorang guru, tentu termasuk saya, adalah sangat bahagia. Prestasi yang diraihnya itu adalah luar biasa. Selama tiga tahun setengah atau tujuh semester, ia berhasil menyelesaikan 160 sks dan diitambah dengan menghafal al Qur'an 30 juz, dan apalagi juga mendapatkan Indek Prestasi akademik tertinggi. Oleh karena kagum saja, saya menanyakan tentang keistimewaan apa saja yang dilakukan hingga prestasi gemilang itu berhasil diraih. Pertanyaan sederhana yang saya ajukan itu ternyata direspon dengan jawaban yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Disebutkan bahwa, keistimewaan yang tampak dan diakui oleh keluarganya hingga mengantarkannya sukses adalah ia sangat takdzim dan menyayangi ibunya.

Kedekatan dan takdzim kepada ibunya dijelaskan melalui contoh, bahwa selama ibunya sakit dan harus dirawat di rumah sakit hingga hampir sebulan, dia lebih memilih meninggalkan kualiahnya dan menungguhi ibunya di rumah sakit. Takdzim kepada ibu itulah yang dinilai oleh keluarganya hingga berhasil mengantarkannya menjadi seorang yang sukses, yaitu meraih prestasi akademik, hafal al Qur'an, dan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh pekerjaan di tengah-tengah orang lain banyak yang mengalami kesulitan. Akhirnya, menyadari sulitnya membangun karakter generasi muda, semakin merosotnya kualitas pendidikan, dan bahkan di saat munculnya isu ijazah palus, maka prestasi yang diraih oleh mahasiswa UNISMA ini amat penting untuk diberi apresiasi yang tinggi. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up