Sebagai cara dalam berusaha mendekatkan diri pada Tuhan, seseorang melakukan banyak hal yang amat memberatkan dirinya. Seolah-olah Tuhan menjadi sesuatu yang membebani dan amat menakutkan. Tuhan dianggapnya seolah-olah tidak memberi keleluasaan pada manusia untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Anggapan orang sebagaimana dimaksudkan itu, menjadikan beragama dirasakan sebagai beban yang amat berat.
Berusaha mendekatkan diri pada Tuhan adalah hal yang memang seharusnya dilakukan secara istiqomah. Akan tetapi sebenarnya hal itu tidak harus ditempuh dengan menyiksa diri, apalagi dilakukan secara berlebih-lebihan. Mendekatkan diri pada Tuhan bisa dilakukan bersamaan dengan kegiatan kehidupan sehari-hari. Apa saja yang dilakukan oleh seseorang muslim dengan niat beribadah adalah sebenarnya merupakan cara mendekat diri pada Tuhan.
Sebagai seorang muslim, maka apa saja yang dilakukan seharusnya memulainya dengan mengucapkan basmallah dan mengakhirinya dengan mengucap hamdallah. Selanjutnya, kegiata dimaksud selalu dilakukan dengan ikhlas, sabar, istiqomah, dan amanah. Aktivitas yang dilakukan dengan cara itu, maka insya Allah, menjadi bernilai ibadah dan akan sekaligus memiliki makna sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri pada Tuhan.
Boleh-boleh saja seseorang dalam berusaha mendekatkan diri pada Tuhan memperbanyak puasa, membaca al Qur'an, shalat malam, dan seterusnya. Akan tetapi apa yang dilakukan itu tidak boleh berlebih-lebihan hingga menyiksa diri dan atau bahkan hingga melupakan kebutuhan keluargnya yang seharusnya juga dipenuhi. Beragama Islam tidak harus menyiksa diri dan apalagi juga merepotkan keluarganya.
Mendekatkan diri kepada Tuhan justru seharusnya dilakukan dengan berusaha secara sungguh-sungguh meningkatkan keimanan, beramal shaleh, berakhlakul karimah. Di antara bentuk kegiatan merawat keimanan adalah melakukan kegiatan ritual sehari-hari sebagaimana dicontohkan oleh Nabi, misalnya banyak mengingat Allah atau berdzikir, melakukan shalat lima waktu, menjalankan puasa, haji, dan lain-lain.
Beramal shaleh, yakni melakukan sesuatu kebaikan dengan benar dan tepat, atau bekerja berdasarkan ilmu dan pengalaman yang matang sehingga menghasilkan sesuatu yang maksimal. Apa yang dilakukannya bukan saja untuk memenuhi kepentingan diri sendiri, melainkan juga untuk kepentingan orang lain. Hasil dari pada apa yang dilakukan dijadikan sarana untuk mendekat pada sesama. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, seseorang yang sanggup mencintai penduduk bumi maka ia akan dicintai oleh Dzat Pemilik bumi dan langit.
Maka artinya mendekatkan diri pada Tuhan dapat dilakukan dengan cara mudah, yaitu mendekat pada makhluk-Nya. Mendekat pada makhluk Tuhan maka artinya ada kesanggupan untuk memberi, menolong, meringankan beban, dan bahkan juga menggembirakan orang lain lewat cara yang baik dan terpuji. Selalu berpikir dan berbuat untuk orang atau makhluk lain itulah sebenarnya juga merupakan bagian dari upaya mendekankan diri pada Tuhan. Dengan demikian, ber-Islam adalah cara hidup yang menyelamatkan dan sekaligus membahagiakan. Wallahu a'lam.



