Dalam sejarah kehidupan manusia, zaman sekarang ini kiranya bisa disebut sebagai zaman yang paling terbuka hingga berbagai rahasia alam semesta telah berhasil diketahui oleh siapa saja yang menghendakinya. Berbagai cara, alat, dan sarana untuk mengetahui rahasia alam telah ditemukan dan kemudian telah menghasilkan bermacam-macam jenis ilmu pengetahuan hingga luas dan mendalam. Berbagai sarana dan prasarana modern tersebut ditemukan untuk mengetahui sesuatu, yang hal itu pada zaman dahulu sekedar dibayangkan saja tidak pernah.
Seakan-akan sudah tidak ada kekurangan lagi, pada saat sekarang ini berita atau informasi bisa ditulis dengan cepat dan dengan sekejap saja bisa dibagikan ke seluruh penjuru dunia. Demikian pula, berbagai penelitian bisa dilakukan di mana saja, dengan alat-alat yang canggih, dan hasilnya dengan cepat pula dapat dikirim ke alamat mana saja yang dikehendaki. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan itu, berbagai jenis teknologi diciptakan, baik teknologi yang membuat orang selamat, maupun sebaliknya, yaitu merusak dan menghancurkannya.
Orang yang hidup pada zaman modern seperti sekarang ini, ternyata berhasil bisa meniru apa saja, asalkan mau dan mampu. Kata kuncinya adalah mau dan mampu. Kemamuan bisa muncul atau bersumber dari pribadi yang bersangkutan. Sementara itu, kemampuan bisa diciptakan dan dibangun melalui kekuatan nalar atau pikirannya. Atas dasar hubungan antar sesama, orang yang disebut mampu tidak harus berasal dari ciptaan dan kekuatannya sendiri, sebab kemampuan itu bisa diperoleh dari cara membeli, meminjam, atau menyewa.
Berbekalkan kemampuan dan kemauannya, siapa saja pada zaman sekarang ini, bisa terbang bagaikan burung dan bahkan lebih hebat dari binatang yang memiliki naluri terbang itu. Persoalan jarak yang jauh sudah tidak menjadi hamabatan lagi. Dengan pesawat terbang, orang dalam waktu singkat dengan mudah dapat melakukan mobilitas dari satu negara ke negara lainnya, dan bahkan dari benua ke benua berikutnya. Hari ini seseorang berada di kota-kota besar di Asia, besuk di Eropa, lusa di Rusia, dan hari berikutnya di Amerika, dan akhirnya dalam waktu singkat pula akan bisa kembali di rumahnya sendiri, di gang kecil di desanya.
Demikian pula, bahwa sekarang ini asalkan mau dan mampu, siapa saja juga bisa meniru ikan-ikan di laut. Dengan peralatan kapal selam modern, siapa saja bisa leluasa bergerak, pergi ke mana saja di dasar air laut. Prestasi itu telah diciptakan dan diraih oleh orang-orang yang hidup di negara-negara modern. Bahkan, bukan saja udara dan air laut yang telah berhasil ditaklukkan, ternyata hingga tanah di bawah laut dan gunung-gunung berbatu keras yang luar biasa saja, juga sudah bisa dibedah dan dihancurkan, kemudian dijadikan jalan raya sebagai sarana mobilitas.
Keberhasilan pengembangan ilmu dan teknologi, juga berpengaruh pada pendidikan, misalnya terkait dengan tulis menulis. Pekerjaan itu dilakukan sudah tidak lagi seperti zaman dulu. Sebelum memasuki zaman modern seperti sekarang ini, oleh karena segalanya masih dalam keadaan terbatas, alat-alat dokumentasi, buku-buku, dan lain-lain masih sedikit jumlahnya dan sulit dicari, maka pendidikan baru dijalankan sesuai dengan zaman itu. Para siswa atau bahkan mahasiswa disuruh untuk mencatat, kemudian membacanya berulang-ulang, dan bahkan menghafalkannya. Tugas yang diberikan kepada mereka seperti itu terasa masuk akal, oleh karena bahan pelajaran dan informasi tidak mudah diperoleh. Cara-cara mengajar yang demikian itu, kiranya menjadi aneh jika masih dipertahankan pada saat sekarang ini.
Hal yang amat berbeda, sebagai akibat kemajuan ilmu dan teknologi, antara dulu dan sekarang ini adalah terletak pada keterbukaan yang hampir tidak terbatas, ketersediaan sarana dan prasarana komunikasi hingga seolah-olah dunia ini tanpa batas, perubah tanpa henti, dan sebagai akibat selanjutnya adalah terjadi banjir informasi yang sedemikian dahsyat, inovasi baru yang sedemikian cepat tentang berbagai hal. Pengaruh itu juga menjamah pada dunia pendidikan. Sebagai misal, dahulu para mahasiswa selalu mengalami kesulitan dalam mencari bahan yang akan diteliti dan ditulis, oleh karena tidak tersedia dokumen, buku literatur, jurnal dan lain-lain. Sekarang ini, hambatan itu sama sekali tidak ada lagi. Kemampuan mengingat yang dimiliki oleh para dosen dan para guru sudah terkalahkan jauh oleh komputer yang sangat terjangkau dan bisa dibawa ke mana-mana.
Selain itu, di zaman yang amat terbuka dan bebas seperti sekarang ini, seolah-olah sudah tidak ada lagi orang tertentu yang dianggap sebagai pemegang otoritas keilmuan. Siapapun, dari mana saja asalnya, warna kulitnya, jenis etnis dan kelaminnya, secara leluasa boleh mencari ilmu dan menguasainya. Mereka yang berhasil menemukan sesuatu yang baru dan mampu mempertanggung jawabkan serta membuktikan kebenaran temuannya, maka yang bersangkutan akan diapresiasi dan atau diberi pengakuan oleh kalangan luas. Predikat atau gelar ilmuwan yang hanya bersifat simbolik, maka akan semakin ditinggalkan oleh pengikutnya.
Renungan sederhana ini sebenarnya hanya ingin mengingatkan dan sekaligus mengajak kepada siapa saja untuk berpikir setapak lebih jauh, tentang banyak hal, tidak terkecuali terkait pendidikan yang berjalan selama ini. Dalam kasus sederhana, seringkali terdengar ada keluhan seorang dosen, bahwa para mahasiswanya dalam menunaikan tugasnya hanya mengcopy paste tulisan orang lain. Keluhan serupa terjadi di kalangan guru sekolah, bahwa banyak siswa tatkala mengikuti ujian, mereka membawa alat-alat canggih untuk menjawab soal pilihan ganda, dan seterusnya. Kejadian yang dianggap kurang menyenangkan itu, jika diteliti dan direnungkan, jangan-jangan disebabkan oleh karena, apa yang dilakukan oleh dosen dan juga para penguji ujian sekolah dimaksud sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi.
Keterbukaan dan hasil-hasil teknologi baru yang berkembang sedemikian cepat seperti sekarang ini, seharusnya diikuti oleh cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, termasuk dalam mengajar. Dulu, orang menanak nasi hanya dengan kayu bakar, maka sekarang ini, dengan teknologi baru menjadi lebih mudah, yaitu dengan gas dan atau listrik. Umpama sekarang ini, di kota-kota, ibu menanak nasi seperti zaman dulu dengan kayu bakar, maka akan ditertawakan banyak orang, dan juga akan diangap mengganggu tetangga. Hal demikian seharusnya dilakukan dalam hal menjalankan pendidikan. Para dosen dalam menunaikan tugas, di zaman yang serba modern seperti sekerang ini, tidak cukup hanya datang ke kampus menerangkan isi buku milik orang lain, melainkan seharusnya mengajak para mahasiswanya sehari-hari melakukan riset, menulis buku, mendialogkan dan atau memperdebatkan temuan-temuannya.
Jika demikian itu yang dilakukan oleh para dosen, maka perguruan tinggi atau kampus akan benar-benar menjadi tempatnya orang berpikir, sebagai sumber dan pusat temuan baru, munculnya ide dan pikiran baru, maupun inovasi-inovasi baru. Buku-buku dan hasil penelitian menarik akan terbit di kampus-kampus. Banyak orang akan datang ke tempat itu, oleh karena ingin mendapatkan sesuatu yang baru. Begitu pula, di zaman membanjirnya informasi dan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini, hal yang bersifat teknis misalnya tentang ujian di sekolah, untuk menentukan lulus dan tidak, sudah tidak cukup lagi hanya dilakukan dengan cara menyuruh para siswa mengerjakan soal jawaban berganda. Jika hal itu masih dilakukan, maka akan muncul berita aneh yang seringkali terdengar, yakni ada guru ke sekolah hanya melatih para siswa menjawab soal ujian, agar kelak lulus sekalipun mereka tidak pintar. Wallahu a'lam.



