Menjaga Bangsa Indonesia Sama Artinya Menjaga Islam
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Selasa, 2 Juni 2015 . in Dosen . 1848 views

Sementara orang, oleh karena sedemikian cintanya pada Islam, menjadikan seolah-olah mereka tidak peduli pada bangsanya. Terhadap bangsanya sendiri tampak kurang bangga. Berbangsa dan bernegara dianggap bukan menjadi persoalan penting bagi dirinya. Urusan berbangsa seolah-olah menjadi urusan orang lain, dan bukan menjadi bagian dari tanggung jawabnya untuk mengamankan dan memperjuangkannya.

Seorang muslim memang harus mencintai agamanya, yaitu Islam. Sikap dan pandangan yang demikian itu sedikitpun tidak salah. Islam harus dicintai dan lebih dari itu ajarannya harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ber-Islam tidak boleh setengah-setengah, tetapi harus berusaha dijalankan secara sempurna atau hingga kaffah.

Akan tetapi hal yang tidak boleh diabaikan, sebagai bagian dalam membela Islam adalah menjaga dan memajukan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Tatkala bangsa Indonesia ini menjadi semakin maju, bersatu secara kokoh, adil, makmur, dan sejahtera, maka Islam juga akan menjadi berkembang dan maju, dan begitu pula sebaliknya. Apalagi, mayoritas bangsa ini adalah pemeluk Islam.

Sebaliknya, manakala bangsa ini misalnya mayoritas penduduknya miskin, tidak berpendidikan, terbelakang, dan selalu konflik atau bercerai berai, maka artinya Islam belum berhasil menjadi pegangan bagi upaya membangun bangsa ini. Antara berbangsa dan ber-Iislam tidak boleh dilihat secara terpisah. Membangun Indonesia adalah sebenarnya juga membangun umat Islam di negeri ini.

Selain itu, hal yang amat penting dipahami bahwa membangun bangsa Indonesia pada hakekatnya adalah membangun rakyat yang menduduki wilayah dari Sabang hingga merauke. Bangsa Indonesia harus dilihat secara utuh, yaitu mencakup seluruh suku, agama, adat istiadat, dan hal lainnya yang hidup dan berkembang di wilayah negeri ini. Disadari bahwa bangsa ini adalah majemuk, plural, dan atau beraneka ragam, baik warna kulitnya, bentuk rambutnya, adat istiadat ataupun bahasa daerahnya. Mereka itu terhimpun dalam satu bangsa ialah bangsa Indonesia.

Oleh karena itu menjaga dan memajukan bangsa Indonesia adalah sama artinya dengan menjaga dan memajukan rakyat yang ada di Papua, Bali, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan tidak terkecuali mereka yang ada di pulau-pulau kecil yang berjumlah hingga belasan ribu buah. Mereka memiliki adat istiadat, bahasa daerah, dan agama yang berbeda-beda. Masing-masing agama memiliki aliran, sekte, atau keyakinan yang tidak sama. Semua harus dirawat agar bersatu secara kokoh.

Pemeluk Islam misalnya, juga terdapat organisasi keagamaan yang bermacam-macam, misalnya NU, Muhammadiyah, Persis, Tarbiyah Islamiyah, al Irsyad, Jam'iyah Islamiyah, dan masih banyak lagi lainnya. Berbagai jenis organisasi itu, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, harus dipelihara, dirawat, dan diberi kemungkinan untuk berkembang dan maju, tanpa terkecuali. Oleh karena keadilan diyakini adalah sebagai kebutuan azasi bagi siapapun, maka tidak boleh ada yang sengaja ditinggalkan.

Jika pandangan tersebut berhasil dijadikan pedoman dan dipelihara sebaik-baiknya, maka sama artinya dengan menjaga dan merawat bangsa Indonesia secara keseluruhan. Menjaga bangsa Indonesia secara keseluruhan, maka juga sama artinya dengan menjaga Islam. Sebab Islam akan maju dan berkembang di Indonesia, manakala bangsa ini juga berhasil dijaga sebaik-baiknya. Menjaga dan mencintai bangsa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari mencintai dan menjaga Islam. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up