Memandang Agama Lain Sebagai Musuh Atau Sasaran Dakwah
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Minggu, 19 Juli 2015 . in Dosen . 5878 views

Memandang sesuatu dengan cara bereda tentu akan melahirkan penyikapan yang berbeda pula. Jika sesuatu dianggap sebagai musuh maka akan melahirkan kebencian, semangat untuk mengalahkan, dan bahkan jika perlu memusnahkan. Berbeda jika sesuatu yang dimaksud adalah dipandang sebagai pihak yang akan dipengaruhi atau diajak serta tetapi masih menolak.

Kapan saja musuh itu selalu dibenci, dicari kesalahan atau kelemahannya, dan kejelekannya. Umpama musuh itu memiliki kebaikan atau kelebihan maka tidak akan dihiraukan. Apa saja yang datang dari orang yang sedang dibenci menjadi jelek, serba salah, dan membahayakan. Sebaliknya, sesuatu yang disayangi atau dicintai, maka apa saja yang ada padanya pasti dianggap baik, menarik dan menyenangkan.

Kehidupan modern yang serba terbuka seperti sekarang ini memaksa orang hidup bersama orang yang berbeda-beda latar belakangnya, baik suku, warna kulit, adat kebiasaan, latar belakang pendidikan, dan bahkan juga agama yang dianut. Menyikapi orang yang berbeda juga bisa berlain-lainan. Tatkala orang lain dianggap sebagai kompetitor, atau bahkan musuh akan berbeda jika misalnya, mereka dianggap sebagai orang yang akan dipengaruhi atau menjadi sasaran dakwah.

Perbedaan sikap tersebut juga akan sama terhadap orang atau sekelompok orang yang berbeda agama. Manakala pemeluk agama lain dianggap sebagai musuh, maka akan muncul semangat mengalahkan, mengungguli, dan bahkan memusnahkan. Sebaliknya, sangat berbeda jika pemeluk agama lain dianggap sebagai sasaran dakwah, atau orang yang akan dipengaruhi, agar mengikuti agamanya. Mengajak, dan bukan memaksa, agar berhasil, selalu menggunakan cara yang baik, simpatik, dan menarik.

Manakala pemeluk agama lain dianggap sebagai musuh dan kemudian dijauhi, maka jangan berharap musuh itu akan bersedia memahami dan mengikuti agama orang yang membawanya itu. Mereka justru akan menjauh dan tidak akan bersimpatik. Yang terjadi kemudian adalah saling bermusuhan, dan akan sama-sama menginventarisasi keburukan masing-masing orang yang berbeda agamanya itu.

Hal itu akan berbeda jika orang yang beragama lain dianggap sebagai sasaran berdakwah. Dalam berdakwah agar berhasil, maka harus mendekat, memberi simpatik, dan atau menunjukkan kebaikan agama yang diperkenalkan itu. Mungkin saja pada awalnya, agama yang diperkenalkan itu dianggap tidak menarik, tetapi petugas dakwah harus mampu mengubah pandangan keliru itu.

Dakwah tidak selalu berhasil dilakukan dalam waktu singkat. Mengubah pandangan dan keyakinan seseorang dan apalagi orang dimaksud dalam jumlah besar, maka pasti memerlukan waktu lama. Selain itu, juga bisa jadi, orang yang diajak akan menolak dan bahkan memusuhi. Menyampaikan kebenaran tidak boleh menempuh cara kekerasan dan apalagi berbalik memusuhi.

Seorang muslim dan apalagi yang bermaksud untuk berdakwah seharusnya memposisikan penganut agama lain bukan musuh, melainkan sebagai sasaran dakwah. Dalam berdakwah agar berhasil harus memilih cara-cara lembut, simpatik, dan menarik. Bahkan berdakwah harus mampu memperlakukan sasaran dakwahnya bagaikan bayi atau anak kecil yang sedang diasuhnya. Tatkala bayi atau anak kecil itu kencing di pangkuannya tidak boleh ia dipukul, dan apalagi misalnya, dibunuh.

Sikap yang dilakukan oleh pengasuh bayi dimaksud justru akan membahayakan. Anak kecil dimaksud tidak akan tumbuh dewasa secara sempurna. Begitu pula orang berdakwah, tidak boleh melakukan kekerasan. Sikap demikian itu akan ditangkap sebagai gambaran terhadap agama yang didakwahkannya. Jika pendakwah menampakkan kekerasan akan dimaknai bahwa, agama yang dibawa berwatak keras dan akhirnya akan dijauhi orang. Karena itulah, Muhammad saw., sebagai pembawa ajaran Islam, selalu menampakkan perangai mulia, atau akhlakul karimah. Wallahu a'lam

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up