Berharap Peran Para Presiden
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Jumat, 14 Agustus 2015 . in Dosen . 898 views

Tatkala nilai tukar rupiah atas dollar Amerika Serikat semakin merosot pada akhir-akhir ini, maka sementara orang merasa khawatir terhadap bangsa ini ke depan. Jika tidak berhasil dikendalikan atau dicarikan langkah-langkah strategis, maka akan terjadi krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada akhir tahun 1990 an yang lalu. Keadaan bangsa ini akan semakin berat. Kemiskinan yang diharapkan segera teratasi, maka akan terjadi sebaliknya, justru bertambah jumlahnya.

Bangsa ini cukup besar, wilayahnya sangat luas, penduduknya amat banyak dan amat variatif. Secara ekonomi, ada sebagian warga negara yang sudah berada pada taraf sejahtera dan bahkan berlebih, tetapi juga sebaliknya ada yang masih terbelakang, tidak berpendidikan, dan amat miskin. Mereka ada yang bertempat tinggal di kota-kota besar, tetapi juga sebaliknya, ada yang berada di pedalaman, di pinggir pantai, pegunungan, di pulau-pulau kecil yang tidak mudah dijangkau.

Demikian pula dalam keberagamaan, pendidikan, sosial, dan lain-lain adalah sangat berfariatif. Dalam beragama misalnya, sekalipun mereka mengaku beragama tertentu, tetapi pada kenyataannya masih banyak yang belum memiliki pengetahuan yang cukup. Mereka itu beragama sebatas mengikuti orang yang dipercaya sanggup membimbingnya. Itulah sebabnya, tidak sedikit di antara mereka yang keberagamaannya masih bersifat emosional. Mereka tidak menyukai tatkala pandangan agamanya dianggap menyimpang, tetapi juga belum tentu mampu menjelaskan atas keyakinannya itu. Maka, muncullah sikap emosional dalam beragama.

Keadaan bangsa sebagaimana digambarkan itu akan beresiko, yaitu bahwa siapapun yang memimpin tidak akan mudah. Boleh-boleh saja seseorang merasa dan menyatakan sanggup memajukan dan memakmurkan negeri ini. Akan tetapi pada kenyataannya, sekalipun sudah berganti hingga tujuh presiden, bangsa ini masih belum berhasil meraih cita-citanya, yaitu menjadi makmur dan benar-benar memenangkan persaiangan atas bangsa-bangsa lainnya. Persoalan yang dihadapi, dari waktu ke waktu, masih berputar-putar di sekitar ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan sejenisnya. Persoalan tersebut ternyata sedemikian sulit dipecahkan.

Ada keyakinan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Bangsa ini telah memiliki tujuh presiden. Tiga di antaranya sudah wafat, sehingga masih ada empat orang lagi, yaitu BJ Habibie, Megawati Sukarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan yang sekarang masih sedang menjabat ialah Joko Widodo. Pengalaman para presiden yang telah menyelesaikan tugasnya itu pasti akan sangat bermanfaat untuk membangun negeri ini ke depan. Kecintaan para pemimpin bangsa itu terhadap negara dan bangsanya sendiri tidak akan ada yang meragukan.

Sehubungan dengan itu, umpama para presiden dimaksud selalu duduk bersama untuk berbicara mengatasi berbagai problem bangsa dan negara pada saat ini dan mendatang, maka akan melahirkan kekuatan yang luar biasa. Manfaat itu tidak saja bersifat strategis, melainkan juga akan memberikan pelajaran yang sangat tinggi artinya bagi seluruh rakyat, bahwa para pemimpin yang dicintainya masih tetap terlibat memikirkan keadaan bangsa dan negaranya. Selain manfaat itu, juga akan sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan dan persatuan bagi bangsa ini adalah selalu menjadi segala-galanya.

Seringkali terdengar kalimat indah bahwa, bangsa besar adalah bangsa yang berhasil membangun persatuan, bangsa yang mau menghormati para pemimpinnya, dan bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya. Bangsa Indonesia mengingkan menjadi bangsa besar. Oleh karena itu, nilai-nilai yang amat mulia dimaksud seharusnya selalu dijadikan pegangan bersama. Apalagi, tatkala bangsa dan negara ini dalam keadaan sulit, maka semua dan berbagai potensi, ----tidak terkecuali pengalaman para pemimpinnya, melalui pendekatan yang memungkinkan, seharusnya dimanfaatkan secara maksimal. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up