1. Dalam mengembangkan perguruan tinggi pada umumnya, kerjasama dipandang sedemikian penting, sehingga dijadikan indikator kemajuannya. Demikian pula, dalam akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional atau BAN, kerjasama juga dijadikan aspek penting yang dinilai. Maka, UNISMA sebagai perguruan tinggi yang perkembangannya diinginkan lebih cepat lagi, maka memerlukan program-program kerjasama itu.
2. Kerjasama dengan negara atau perguruan tinggi manapun penting dilakukan, tidak terkecuali dengan negara-negara timur tengah. Kerjasama dengan negara-negara timur tengah yang kita bicarakan pada siang hari ini, bagi UNISMA, tidak saja penting untuk pengembangan Fakultas Agama tetapi juga untuk Fakultas lainnya. Di beberapa kota dan negara di timur tengah juga sudah banyak dikembangkan ilmu kedokteran, pertanian, peternakan, dan lain-lain.
3. Pengalaman kerjasama yang saya lakukan ketika memimpin UIN Malang, khususnya dengan-negara-negara timur tengah adalah dengan perguruan tinggi dan juga lembaga selainnya, misalnya di Sudan, Mesir, Maroko, Saudi Arabia, Iran, Yaman, dan Yordania. Pada umumnya, mereka juga membutuhkan adanya kerjasama itu, apalagi dengan Indonesia yang dikenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim.
4. Selain dengan perguruan tinggi, kerjasama tersebut saya lakukan dengan organisasi, yayasan, dan bahkan juga dengan pengusaha secara pribadi. Kerjasama dengan organisasi misalnya, yaitu dengan Rabithah al Alam al Islami. Kerjasama dengan Yayasan di antaranya dengan Mu'assasah waqful Islami, dengan Hai'ah al-Masajid al Alamiyah yang berpusat di Riyad. Muassasah Waqful Islamy bergerak dalam pengembangan Bahasa Arab untuk negara-negara non Arab di seluruh dunia. Sedangkan kerjasama dengan pihak yang bersifat pribadi, saya lakukan dengan beberapa pengusaha di Jeddah, Raiyad, dan lain-lain.
5. Dari pengalaman yang selama ini saya peroleh, kerjasama itu menjadi produktif, ---dalam arti menghasilkan sesuatu, adalah ketika sudah berhasil meyakinkan bahwa kita adalah benar-benar serius. Selain itu, rupanya bangsa Arab pada umumnya memiliki karasteristik yang tidak jauh berbeda. Sekalipun kerjasama itu dibangun antar lembaga, tetapi mereka lebih melihatnya pada pribadi yang menjalankan kerjasama itu. Manakala kepercayaan itu berhasil dibangun maka justru mereka sendiri yang bersemangat melakukan kerjasama.
6. Hal lain yang saya peroleh bahwa, mereka akan menjadi senang bekerjasama dengan pihak-pihak yang telah memiliki nama dan atau konsep pengembangan yang jelas. Orang timur tengah tidak tertarik bekerjasama dengan pihak-pihak yang dianggap belum jelas atau belum dikenalnya. Sehubungan dengan itu, harus tersedia orang yang mampu melakukan deplomasi, atau bahkan yang lebih mudah adalah adanya orang Arab sendiri yang sudah mengenal dan mempercayai, untuk dijadikan juju bicara. Dosen Bahasa Arab yang berasal dari Abkha, bernama Muhammad, yang dulu pernah menghajar di UNISMA misalnya, adalah sangat tepat dijadikan perwakilan untuk pengembangan kerjasama kampus ini di wilayah timur tengah.
7. Sekedar gambaran tentang beberapa hal yang telah dihasilkan oleh UIN Malang dari kerjasama itu misalnya (1) dari Sudan mendapatkan bantuan tenaga pengajar Bahasa Arab sejumlah 5 orang Doktor. Semua biaya tenaga pengajar tersebut ditanggung sendiri oleh pemerintah Sudan. Bantuan tenaga pengajar untuk UIN Malang juga berasal dari Saudi Arabia. (2) Mendapatkan buku bahan pengajaran Bahasa Arab yang diperlukan bagi seluruh mahasiswa. Bantuan ini dari Muassasah Waqful Islami yang berpusat di Riyad. (3) Bahan koleksi perpustakaan berupa buku-buku berbahasa Arab tentang berbagai disiplin ilmu, misalnya fisika, kimia, matematika, ekonomi, dan lain-lain. Jumlah buku-buku dimaksud hingga ribuan judul.
8. Kerjasama lainnya adalah melalui pemerintah RI, yaitu untuk pembangunan kampus yang diberikan oleh Islamic Development Bank (IDB) yang berpusat di Jeddah. Lagi-lagi, keberhasilan kerjasama itu, saya rasakan adalah lewat upaya yang bersifat deplomatik. Bagi kebanyakan orang Arab, kepercayaan terhadap pribadi ternyata lebih penting dibanding pada institunya. Keberhasilan UIN Malang mendapatkan bantuan dari IDB misalnya, adalah tidak lepas dari peran Dr. M. Nizad, seorang kelahiran Aljazair yang kebetulan dipercaya oleh Presiden IDB. Dia membantu usaha itu hingga berhasil oleh karena mengetahui secara pasti bahwa, UIN Malang memiliki konsep yang jelas untuk dikembangkan.
9. Berbagaio pengalaman tersebut kiranya bisa dikembangkan lebih lanjut oleh UNISMA, baik untuk memenuhi kebutuhan akademik, penyediaan fasilitas, maupun hal-hal lainnya yang diperlukan. Agar kerjasama berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka diperlukan adanya orang yang ditunjuk untuk melakukan komunikasi, pendekatan, penyediaan informasi yang dibutuhkan. Selain itu, pengenalan atau sosialisasi UNISMA kepada berbagai pihak di negara-negara timur tengah perlu lebih diintensifkan, agar kampus ini semakin dikenal dan bahkan dipercaya oleh kalangan luas. Wallahu a'lam
*) Bahan Diskusi terbatas untuk pengembangan kerjasama di UNISMA Malang



