Bangsa Indonesia sudah merdeka sejak 70 tahun yang lalu, dari sebelumnya dijajah oleh Belanda ratusan tahun dan beberapa tahun kemudian dijajah oleh Jepang. Kemerdekaan itu dibayar dengan pengorbanan yang luar biasa besarnya. Tidak terhitung jumlah pahlawan yang gugur, para pejuang yang menjadi cacat tatkala harus perang, kehilangan harta, saudara, dan segala yang dimiliki untuk merebut kemerdekaan itu.
Berbekalkan semangat, jiwa pantang menyerah, dan kesediaan mengorbankan apapun yang dimiliki, serta berdoa dan bertawakkal pada Tuhan, maka akhirnya perjuangan dimaksud berhasil dan pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa ini menyatakaan kemerdekaannya. Itulah sebabnya pada setiap tanggal tersebut bangsa ini memperingati dan menyatakan kegembiraan serta bersyukur atas keberhasilannya melawan penjajah dan menyatakan diri sebagai bangsa merdeka.
Setelah bangsa ini merdeka, maka seharusnya seluruh rakyatnya juga berjuang untuk memerdekaaan dirinya masing-masing. Kemerdekaan bangsa dari negara lain atau dari penjajah asing, sudah barang tentu tidak secara otomatis semua rakyatnya menjadi merdeka sepenuhnya. Rakyat harus berjuang memerdekakan dirinya sendiri dari berbagai jenis penjajahan, yaitu misalnya kemiskinan, kebodohan, rasa rendah dan tidak percaya diri, keterbelakangan, pengangguran, dan atau bentuk penjajahan lainnya.
Sekalipun sudah menjadi bangsa yang merdeka, tetapi ternyata tidak semua rakyatnya telah benar-benar merasakan kemerdekaan itu. Sebagai akibat keterbatasan dan kelemahannya, bisa saja sebagian rakyatnya masih terjajah oleh berbagai kekuatan di luar dirinya, tidak terkecuali oleh sesama bangsanya sendiri. Sekalipun bangsa ini sudah merdeka hingga 70 tahun, pada kenyataannya masih banyak rakyat yang sekedar mencukupi kebutuhan hidup mengalami kesulitan, belum memiliki tempat tinggal, menganggur, menjadi pekerja orang lain dengan upah yang amat rendah, belum mengenyam pendidikan, dan seterusnya. Kedanaan tersebut sama artinya bahwa secara pribadi , mereka itu masih terjajah. Oleh karena itu, setelah bangsa ini merdeka, maka seharusnya semua rakyatnya tanpa terkecuali, berusaha memerdekaan dirinya masing-masing.
Memerdekakaan diri sendiri sebenarnya tidak selalu mudah dan segera berhasil. Apalagi, yang disebutkan kemerdekaan itu bersifat utuh dan menyeluruh, yaitu kemerdekaan lahir maupun batinnya. Belenggu terhadap masing-masing pribadi orang ternyata tidak kalah kuat dan tidak sedikit jumlahnya. dan juga berakibat sangat menyengsarakan. Bahkan, belenggu atau penjajah terhadap pribadi seseorang tidak saja datang dari luar melainkan bisa datang dari dirinya sendiri. Perasaan rendah diri, merasa tidak dipercaya oleh orang lain, menganggap bahwa dirinya selalu memiliki musuh, dan lain-lain sebenarnya semua itu adalah penjajah yang seharusnya dilawan dan dihilangkan.
Penjajahan pada wilayah pribadi masing-masing orang itu seharusnya diperangi sendiri.. Memenangkan terhadap penjajah jenis itu juga harus berbekalkan kekutan yang cukup, yaitu harus memiliki jiwa pejuang, menyandang kekuatan fisik dan mental, serta berbagai kekuatan strategis lainnya. Orang yang secara pribadi merdeka dalam Islam disebut bertauhid. Mereka itu tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah swt. Pikiran, perasaan, dan tenaganya dilatih dan digunakan secara maksimal, mampu dan bersedia menjalin komunikasi dengan siapa saja, dan selalu berserah diri pada Tuhan. Mereka itulah yang sebenarnya secara pribadi akan menang dan meraih kemerdekaan. Wallahu a'lam.



