Gema- Selama 2 hari, civitas akademika UIN Maliki Malang disibukkan dengan Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Jalur Mandiri Tulis dan Prestasi, (4-5/08). Pasalnya, peserta ujian mandiri tahun ini membeludak sampai 4390 peserta.
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UIN Maliki Drs. H. Ahmad Heru Achadi, M.Si menyatakan bahwa ujian mandiri tahun ini, mengalami peningkatan 3 kali lipat dibandingkan tahun kemarin. Menurutnya, hal inilah yang menjadikan tantangan tersendiri bagi panitia penyelenggara dalam mensukseskan acara tersebut.
“Kalau tahun kemarin, Ujian Mandiri baik tulis maupun prestasi mencapai 1200 peserta, tetapi sekarang membeludak sampai 4390 peserta. Dan dari 4390 peserta calon mahasiswa baru tersebut akan diambil 700 mahasiswa baru”, katanya.
Ketika ditanya tentang penitipan peserta dalam ujian mandiri ini, Mantan Kepala Bagian Umum UIN Maliki tersebut, menegaskan bahwa penitipan peserta itu ada, tetapi tidak menjamin akan lolos Ujian Mandiri. Karena lolos atau tidaknya peserta ujian mandiri ini, tergantung hasil testnya. “ kalau testnya baik ya akan masuk UIN, tetapi kalau buruk ya jangan harap bisa masuk UIN. Karena kami hanya memilih orang yang berkualitas saja yang masuk kampus ini”, ungkapnya.
Dari persaingan yang super ketat tersebut, para peserta Ujian Mandiri tetap optimis untuk bisa masuk di perguruan tinggi islam nomor satu di indonesia tersebut. Hal ini seperti diutarakan oleh Faizul Ulul Rosyad siswa Madrasah Aliyah Darul Ulum Muncar Banyuwangi. Ia sangat percaya diri bisa menjadi mahasiswa baru UIN Maliki, walaupun harus bersaing dengan 4329 peserta yang lain. “Walaupun harus bersaing dengan ribuan peserta yang lain, saya tetap optimis lolos, dan bisa menjadi warga kampus Ulul Albab ini”, Ujar mahasiswa asal Muncar, Banyuwangi tersebut. (Sir)



