Setiap kali membuka al Qur'an, saya selalu menangkap gagasan besar yang tidak pernah bisa ditemukan pada sumber lainnya . Gagasan besar itu menyangkut berbagai aspek, baik terkait dengan konsep kehidupan, hubungan yang seharusnya dibangun sebagai makhluk terbaik dengan Dzat Yang Maha Kuasa sebagai penciptanya sendiri, tentang kehidupan sesama, ilmu pengetahuan, keadilan, dan bahkan juga terkait dengan perilaku beraktifitas yang akan melahirkan kemuliaan dan keagungan.
Menyangkut tentang konsep kehidupan, al Qur'an memberikan penjelasan bahwa Tuhan selain menciptakan manusia juga menciptakan makhluk lainnya, yaitu Malaikat, Jin, dan shaithan. Melalui kitab suci itu dijelaskan tentang sejarah penciptaan itu, maksud penciptaan, dan akhir kelak kehidupan ini. Hanya melalui kitab suci, berbagai hal itu bisa diketahui oleh manusia. Para ilmuwan mencari tahu tentang penciptaan makhluk itu, tetapi tidak akan mendapatkannya secara sempurna, tanpa melihat keterangan dari kitab suci.
Perbincangan tentang asal usul manusia dengan berbagai teori yang diciptakan sendiri, hingga pada saat ini belum diperoleh hasil yang memuaskan. Al Qur'an memberikan penjelasan itu, dengan menyebut manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa. Selain itu juga secara rinci dijelaskan tentang proses kejadian manusia, sejak awal mula hingga kelahiran dari perut ibunya. Bahkan, ditunjukkan sampai detail hingga pada usia berapa seorang bayi seharusnya berhenti menyusu pada ibunya.
Melalui al Qur'an dijelaskan bahwa manusia akan menjalani hidup dalam masa yang panjang, yaitu sejak di dunia ini dan masih akan berlanjut hingga kehidupan fase berikutnya, yaitu di akherat kelak. Al Qur'an juga menjelaskan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan atau sebentar. Kehidupan yang kekal adalah di akherat kelak. Selain itu juga dijelaskan bahwa ada rangkaian yang tidak terputus antara kehidupan di dunia dengan kehidupan di akherat itu. Manakala seseorang berkehendak agar memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya, maka jalannya adalah melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari berbagai jenis perilaku yang merusak dan menyesatkan.
Kitab suci al Qur'an tidak saja menjelaskan tentang penciptaan manusia sebagaimana secara singkat dikemukakan di muka, tetapi juga memberi penjelasan tentang perilaku manusia itu sendiri. Melalui kitab suci al Qur'an, manusia dikategorikan lengkap dengan ciri-ciri atau karakteristiknya masing-masing. Setiap kategori dijelaskan hingga mudah dipahami. Para ilmuwan sosial dalam usaha memahami perilaku manusia, mereka merumuskan konsep, kategori, dan penjelasannya. Akan tetapi hasilnya amat jauh dari sempurna dibanding al Qur'an. Oleh karena itu sebenarnya menjadi mudah dimengerti tatkala para ulama yang sekalipun tidak pernah mempelajari ilmu sosiologi, psikologi, sejarah, dan antropologi, tetapi mereka mampu memberikan penjelasan yang lebih sempurna. Penjelasaan mereka itu bersumber dari kitab suci al Qur'an.
Konsep-konsep tentang manusia oleh al Qur'an dikemukkaan dengan penjelasannya secara sempurna, misalnya muttaqun, kafirun, munafiqun, mukminun, muflikhun, dan seterusnya. Konsep-konsep dimaksud dijelaskan oleh kitab suci al Qur'an yang dibawa oleh Muhammad. Bagi orang yang pernah menekuni ilmu-ilmu sosial kiranya akan bisa membandingkan sendiri antara konsep yang dibuatnya sendiri dari hasil observasi dan penalaran yang dilakukan dengan konsep yang dikemukakan oleh al Qur'an yang selalu bersifat universal.
Melalui konsep-konsep sebagaimana dikemukakan tersebut, al Qur'an telah membentangkan berbagai kategori manusia secara terbuka dengan berbagai karakteristiknya. Al Qur'an ternyata tidak memaksa kepada manusia untuk berada atau memilih pada kategori tertentu, tetapi memberikan keleluasaan untuk menentukan posisinya sendiri. Namun demikian, al Qur'an memberikan penjelasan tenang masing-masing kategori itu beserta resiko dan atau keuntungan yang akan diperoleh atas pilihannya itu.
Membaca kitab Suci al Qur'an, siapapun akan memahami ciptaan Allah pada umumnya dan manusia pada khususnya. Pengetahuan itu akan menjadi bekal untuk meraih apa yang diinginkan dari kehidupan ini. Melalui penjelasan itu, manusia akan menjadi tahu tentang siapa sebenarnya dirinya, apa yang seharusnya dilakukan, dan akan berakhir kemana perjalanan hidupnya itu kelak. Pengetahuan mendasar tentang kehidupan dimaksudkan tidak akan diperoleh bagi siapapun yang tidak mengenal kitab Suci. Sebab, pengetahuan itu tidak akan bisa dirumuskan dari hasil kegiatan yang bersifat spekulatif, ataupun juga perenungan atau berpikir yang bersifat ilmiah sekalipun. Hanya al Qur'an yang menjawabnya. Wallahu a'lam.



