Penjelasan al Qur'an Tentang Kehidupan Di Dunia
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Sabtu, 5 September 2015 . in Dosen . 48418 views

Semula saya memahami bahwa al Qur'an hanya menjelaskan tentang kehidupan di akherat, yang kemudian penjelasan itu disebut dengan istilah ilmu akherat. Namun setelah sededikit demi sedikit, dalam waktu yang amat lama, saya menekunkan diri untuk memahami kitab suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad itu, ternyata al Qur'an justru lebih banyak berbicara tentang kehidupan di dunia ini, selanjutnya disebut dengan ilmu dunia.

Al Qur'an menjelasakan tentang Tuhan. Nama-nama Tuhan dan sifat-sifatnya dijelaskan melalui kitab suci itu. Penjelasan itu memang terbatas sehingga tidak mungkin manusia memahami tentang Dzat Tuhan hingga detail. Bahkan oleh karena keterbatasannya, manusia tidak akan mampu memahami sesuatu yang Maha Sempurna. Akan tetapi dari penjelaan itu, maka kehausan manusia untuk mengenal Sang Maha Pencipta memperoleh jawabannya.

Kitab suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad juga menjelaskan tentang penciptaan jagad raya dan juga penciptaan tentang makhluk-makhluk-Nya. Sekalipuna dalam jumlah terbatas, al Qur'an menjelaskan tentang penciptaan alam semesta, juga tentang manusia dan makhluk lainnya seperti jin, shetan, dan iblis. Penjelasan tentang penciptaan tentang itu tidak akan diperoleh oleh manusia tanpa melibatkan sumber-sumber dari kitab suci.

Manusia dalam mempelajari sesuatu hanya terbatas pada apa yang bisa diobservasi, didengarkan, dan dipikirkan. Selain itu maka tidak akan mungkin berhasil mengetahui dan apalagi memahami secara mendalam. Manusia tidak akan mampu melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa diobservasi, dirasakan, atau didengarkan. Atas keterbatasan itulah sebenarnya manusia seharusnya berusaha mendapatkannya dari sumber yang mampu menjangkau tentang hal yang dimaksudkan itu.

Terkait dengan manusia dan kehidupannya dijelaskan secara luas oleh al Qur'an. Berbeda dengan penjelasan tentang lainnya, menyangkut penjelasan tentang manusia diberikan forsi yang cukup banyak, baik tentang sejarahnya, perilakunya, sifat-sifatnya, dan bahkan tentang akhir kehidupannya. Memahami manusia dari kitab suci al Qur'an akan mendapatkan kesan bahwa dibanding dengan makhluk lainnya, posisinya amat sentral dan utama. Disebutkan secara tegas bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk terbaik, ahsanut taqwiem.

Al Qur'an juga menjelaskan tentang alam semesta dan penciptaannya. Al Qur'an berbicara tentang bumi, matahari, bulan, langit, laut, udara, air, gunung, binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Melalui al Qur'an, Tuhan menjelaskan tentang apa saja yang telah diciptakannya itu. Tentu penjelasan yang dimaksudkan itu tidak sampai pada aspek detail, tetapi manusia sendiri, juga melalui al Qur'an dianjurkan, agar merenungkan dan memikirkannya.

Al Qur'an juga berbicara tentang kehidupan yang seharusnya dijalani sebaik-baiknya supaya memperoleh keselamatan dalam jangka panjang. Disebutan bahwa kehidupan di dunia akan berlanjut hingga kelak di akherat. Konsep keselamatan dalam al Qur'an bukan saja meliputi di dunia, tetapi juga kehidupan setelahnya, yaitu di akherat. Agar manusia selamat, maka diberikan petunjuk, yaitu harus beriman, beramal shaleh dan berakhlakul karimah.

Hampir seluruh aspek yang dbicarakan di dalam al Qur'an tersebut adalah tentang kehidupan di dunia. Oleh karena itu, manakala ilmu tentang dunia disebut sebagai ilmu dunia, maka seharusnya al Qur'an juga demikian, yaitu menjadi ilmu dunia. Selama ini, ilmu dunia yang diajarkan di sekolah-sekolah dan juga di perguruan tinggi adalah tentang alam, tentang perilaku manusia, dan tentang kemanusiaan. Semua itu dihasilkan dari upaya manusia sendiri, sehingga dalam hal-hal tertentu dilakukan hingga detail. Akan tetapi bagaimanapun juga terdapat aspek-aspek yang tidak mungkin berhasil direkam oleh manusia oleh karena pirantinya yang terbatas.

Berangkat dari pemahaman isi kitab suci al Qur'an dimaksud, maka bagi siapa saja yang berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan, agar hasilnya sempurna, maka harus berani menjadikan al Qur'qan sebagai sumber utama ilmu pengetahuan. Banyak hal di alam yang sebenarnya ada tetapi tidak mungkin dijangkau oleh indera. Sesuatu yang berada di luar jangkauan nalar dan indera itu maka seharusnya ditangkap dari sumber lain, yakni al Qur'an. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up