Mungkin saja banyak orang, termasuk kita sendiri, tidak mengira bahwa ikan di dalam kolam ternyata mampu mengenali lingkungannya, termasuk terhadap orang-orang yang mendekatinya. Ikan di dalam air dikira tidak mengerti apa-apa. Dikira bahwa yang dibutuhkan ikan hanyalah makananan, sedangkan selain itu tidak peduli. Padahal kenyataannya tidak begitu. Ikan di kolam pun bisa mengenal dan bahkan membedakan orang-orang yang mendekat.
Sekalipun tidak menyukai amat terhadap ikan, di bagian belakang rumah, saya buat kolam berukuran kecil. Kolam dimaksud saya isi dengan ikan nila. Jumlahnya juga tidak banyak oleh karena kolam ikan itu hanya berukuran kecil saja, yaitu kira-kira 1 x 2 meter. Sudah cukup lama saya memelihara ikan di tempat itu sehingga sedikit banyak mengetahui perilaku ikan dimaksud.
Dari sekian lama memperhatikan perilaku ikan di kolam itu, saya mendapatkan pengetahuan tentang perilaku ikan yang saya anggap aneh. Ternyata ikan-ikan yang berada di kolam itu mengenal terhadap orang-orang yang mendekat. Lebih dari itu, ikan-ikan itu juga bisa membedakan antara orang yang biasa memberi makanan dan orang yang mendekat tetapi tidak pernah memberi apa-apa.
Jika datang orang yang terbiasa memberi makanan, maka ikan itu akan segera keluar dari tempat persembunyiannya dan menyapa orang yang mendekat itu. Sebaliknya, jika yang lewat di sebelah kolam itu adalah orang yang tidak pernah memberi apa-apa, maka ikan-ikan itu juga diam saja. Rupanya ikan-ikan itu mampu mengenali dengan baik perilaku masing-masing orang yang terbiasa mendekat.
Dari perilaku ikan tersebut yang perlu direnungkan adalah bahwa ikan saja ternyata juga mampu belajar dari kebiasaan yang dialami sehari-hari. Atas dasar kebiasaan itu, ikan nila yang berada di kolam, sekalikpun pada tingkat sederhana, berhasil merumuskan pengetahuan, yaitu yang terkait dengan orang yang terbiasa mendekat. Kepada orang yang terbiasa memberi makanan, ikan-ikan itu akan menyambut kedatangannya, dan begitu pula sebaliknya.
Cerita tentang perilaku ikan di kolam itu terasa sederhana, tetapi sebenarnya menjadi bernilai ketika ditarik pada ranah kehidupan manusia pada umumya. Bahwa ikan saja bisa membedakan antara orang yang suka memberi makanan dengan orang yang tidak pernah memberi apa-apa kepadanya. Orang yang suka memberi makan kepada siapapun, ---tidak terkecuali kepada ikan, kehadirannya akan disambut secara bersama-sama dan bahkan mungkin juga didoakan. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak peduli, maka akan dicueki, tidak terkecuali oleh ikan yang ada di kolam.
Selain itu, ikan di kolam saja ternyata bisa belajar dari pengalamannya, dan bahkan mampu merumuskan pengetahuan sekalipun pada tingkat sederhana. Yaitu, ikan bisa membedakan antara orang yang mau memberi kasih sayang dengan cara memberi makanan dan sebaliknya, orang yang tidak peduli pada binatang itu. Hal menarik yang seharusnya kita catat bahwa, ikan saja mampu menggunakan pengalamannya. Oleh karena itu, jika orang tidak bisa menangkap atau belajar dari pengalamannya, maka mereka akan kalah dibanding ikan di kolam.
Hal lain yang tidak terbayangkan adalah bahwa ikan saja bisa bersyukur dan berterima kasih kepada makhluk lain yang memberikan kasih sayangnya. Tatkala datang orang yang terbiasa memberi makan, maka ikan-ikan itu muncul seolah-olah akan menyambut dan berterima kasih atas kehadirannya. Tentu, yang diharapkan oleh ikan di kolam itu adalah sekedar makanan. Akan tetapi, perilaku ikan itu seolah-olah sekaligus menunjukkan kegembiraan dan rasa berterima kasih. Tetapi aneh, ternyata tidak banyak orang, sekalipun disebut sebagai makhluk berakal dan bahkan terbaik, tetapi ternyata tidak selalu mampu berterima kasih dan bersyukur. Wallahu a'lam.



