Al Qur'an Dan Pendidikan Karakter
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Sabtu, 3 Oktober 2015 . in Dosen . 2222 views

Akhir-akhir ini orang menyadari bahwa pendidikan karakter sedemikian penting. Sekalipun belum ada penjelasan yang tegas, bagi umat Islam, pendidikan karakter itu disebut sebagai pendidikan akhlaq. Tentu bagi umat Islam, akhlaq tidak saja penting, tetapi memang justru yang utama. Nabi pernah bersabda bahwa innama buistu liutammima makarimal akhlaq. Atau, aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq mulia.

Jika demikian maka sebenarnya pendidikan karakter bagi umat Islam sudah amat jelas. Al Qur'an seharusnya dijadikan sebagai dasarnya. Muhammad menjadi berakhlaq mulia oleh karena utusan Tuhan itu menjadikan al Qur'an sebagai akhlaqnya. Tidak ada selain kitab suci itu yang bisa dijadikan pegangan oleh siapapun yang ingin membangun perilaku yang mulia.

Hadits Nabi juga dengan jelas mengatakan bahwa siapa saja tidak akan tersesat selamanya jika berpegang pada dua pusaka, yaitu al Qur'an dan hadits nabi. Atas dasar pandangan tersebut, maka seharusnya umat Islam sejak usia kanak-kanak sudah diperkenalkan pada kitab suci. Dengan mendekatkan anak-anak pada kitab suci al Qur'an maka hati mereka akan terpelihara dan menjadi suci pula.

Akhlaq adalah persoalan hati. Selain itu membangun akhlaq adalah urusan kenabian. Pada saat utusan Tuhan sudah tidak ada maka ajaran Nabi itu yang seharusnya dijadikan pegangan oleh siapapun. Membangun akhlaq hanya dengan cara di luar kenabian maka akan sia-sia. Urusan yang menyangkut hati tidak bisa direkayasa sebagaimana mengembangkan teknologi.

Persoalannya adalah bagaimana mengenalkan al Qur'an itu kepada anak-anak lewat pendidikan sejak usia dini. Di sebagian masyarakat, diciptakan kegiatan yang menjadikan anak menghormati dan menjunjung tinggi kitab suci. Misalnya apa yang telah lama dan berlaku di pedesaan, bahwa anak-anak boleh berkhitan atau menikah asalkan sudah menamatkan al Qur'an. Tradisi 'mengaji' dijadikan kebiasaan sehari-hari sejak usia dini.

Demikian juga di lembaga pendidikan, para siswa didekatkan pada al Qur'an dengan cara misalnya, membiasakan untuk membaca, secara bertahap diajak memahami maknanya, pada waktu tertentu dibuatkan kegiatan yang membuahkan anak-anak semakin mencintai kitab suci, dan seterusnya. Al Qur'an memang berbentuk buku sebagaimana buku-bujku lain pada umumnya. Akan tetapi, sebagai bagian dari pendidikkan, kitab suci seharusnya diistimewakan. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up