Berdialog Dengan SBY : Pancasila Terbaik Bagi Bangsa Indonesia
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 1 Oktober 2015 . in Dosen . 1821 views

Beberapa minggu yang lalu, saya ditugasi Rektor menghadap Pak SBY untuk meminta kesediaan beliau memberi kuliah umum di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya datang ke Cikeas, di kediaman beliau, setelah mendapatkan konfirmasi bisa diterima. Segera setelah duduk, beliau menjelaskan bahwa setelah tidak lagi menjadi presiden, aktifitasnya masih sama, padat sekali. Beberapa minggu ke depan harus ke Amerika, Eropa, dan ke Australia untuk memenuhi beberapa undangan.

Dalam pertemuan itu, saya melaporkan tentang perkembangan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan tentu khususnya adalah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya sedikit banyak mengerti perguruan tinggi Islam dan bahkan juga perguruan tinggi berbasis agama lainnya ---Kristen, Hindu, Budha, Katholik, mulai dari Aceh hingga Papua, oleh karena cukup lama memimpin UIN Malang dan seringkali masih diundang ke berbagai perguruan tinggi dimaksud.

Saya menyampaikan kepada beliau bahwa, perkembangan perguruan tinggi berbasis agama di Indonesia sejak lima belas tahun terakhir sangat pesat, baik dari aspek kelembagaan, tenaga dosen, sarana dan prasarana, dan lain-lain. Tidak saja perguruan tinggi Islam, tetapi kemajuan itu juga diraih oleh perguruan tinggi Kristen, Hindu, Budha, dan Katholik. Lagi-lagi, saya juga bisa menjelaskan tentang perkembangan perguruan tinggi tersebut, oleh karena sering diundang dan datang untuk memberikan kuliah umum.

Sebagai negara Pancasila, saya mengatakan kepada Pak SBY, perguruan tinggi berbasis agama kiranya sangat perlu untuk memperoleh perhatian dari pemerintah. Nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah tumbuh dan berkembang pada perguruan tinggi yang berbasis agama. Dan perlu disyukuri bahwa perhatian pemerintah, sejak belasan tahun terakhir, sebagaimana saya sebutkan di muka, cukup besar. Itulah sebabnya, wajah perguruan tinggi berbasis agama, baik Islam, Kristen, Hindu, dan Budha, yang berstatus negeri tampak maju dan menggembirakan. Sebaliknya, kesan sederhana dan apalagi kumuh sudah tidak tergambar lagi.

Selain itu, saya laporkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, sudah mulai banyak mahasiswa asing yang belajar ke perguruan tinggi Islam di Indonesia. Sebagai contoh di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa asing sudah berasal tidak kurang dari 32 negara. Perubahan kelembagaan dari sekolah tinggi atau institut menjadi bentuk universitas ternyata menumbuhkan pemahaman baru dan kepercayaan yang semakin besar terhadap perguruan tinggi berbasis agama dengan bukti semakin banyaknya peminat masuk, termasuk mahasiswa asing dimaksud.

Perguruan tinggi berbasis agama yang semula hanya dipahami sebagai institusi pendidikan yang mengkaji atau memperdalam kegiatan spiritual, ternyata juga sama dengan perguruan tinggi pada umumnya, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun sudah barang, perguruan tinggi berbasis agama tetap memperkuat ilmu agama sebagaimana yang menjadi tugas pokoknya.

Hal yang saya rasakan menarik dari berdialog lebih dari satu jam di Cikeas itu, adalah pertama, Pak SBY setelah memahami perkembangan perguruan tinggi berbasis agama di berbagai tempat akan memberikan statemen, bahwa sudah waktunya negara-negara Islam di dunia atau bahkan negara manapun untuk belajar tentang Islam dari Indonesia. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa memang banyak sistem kehidupan berbangsa dan bernegara, dan rakyat berhak untuk memilihnya, tetapi setelah mempelajari dari kenyataan sejarah dan hingga realitasnya sekarang ini, maka beliau menyimpulkan bahwa Pancasila adalah yang terbaik bagi bangsa Indonesia.

Menjelaskan tentang UIN Malang kepada Pak SBY terasa sangat mudah oleh karena, beliau sewaktu menjadi Presiden, pernah hadir dan meresmikan berbagai fasilitas termasuk gedung, dan bahkan Nama Maulana Malik Ibrahim Malang adalah pemberian dari beliau sendiri. Insya Allah, Pak SBY akan memberikan kuliah tamu di UIN Maulana Malang pada gtanggal 13 Oktober 2015. Dari perbincangan itu, saya semakin yakin bahwa perguruan tinggi negeri berbasis agama di Indonesia akan semakin kokoh dan maju. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up