GEMA-Diskursus mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA) terus mengemukadi kalangan masyarakat Indonesia, utamanya dalam dunia mahasiswa. Sebagai keynote speaker, Marissa Haque sikapi tantangan ekonomi Indonesia jelang MEA dalam acara Stadium General Fakultas Ekonomi UIN Maliki, bertempat di Gedung Rektorat Lt. 5(20/9).
Marissa, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa, MEAsebagai kawasan pasar tunggalberbasis produksi dapatterwujud apabila masing-masingmemiliki daya saing. Esensinya, MEAdirancang untuk meningkatkandaya saing ASEAN dalam menjawabsemakin ketatnya persaingan global.
Wanita kelahiran Balikpapan tersebutmenegaskan kepada peserta seminar untuk memperhatikan tantangan ekonomi jelang MEA. Pasalnya, tantangan inilah yang akan menjadi bumerang bagi bangsa ini ketika seluruh elemen masyarakat tidak siap dengan hadirnya ASEAN Comunity. Tantangan tersebut adalah daya saing SDM, laju inflasi, dampak negatif arus modal yang lebih bebas, serta peningkatan ekspor dan import
“Tantangan-tantangan inilah yang harus kita waspadai bersama. Ketika kita salah melangkah tentunya akan membuat semakin terpuruk perekonomian Indonesia,” katanya.
Melalui MEA, kawasan ASEANtermasuk Indonesia di dalamnya,diharapkan akan semakinmengukuhkan diri sebagai risingstar alternatif tujuan investasi danperdagangan dunia selain Tiongkokdan India. Buah MEA tersebut harusdikelola agar bisa dinikmati secaraberkelanjutan oleh masyarakatIndonesia. Resepnya, tak ada yanglain, kecuali meningkatkan dayasaing melalui SDM yang mampumengubah tantangan menjadipeluang.
“ASEAN Economic Community 2015 dapat menjadi kebangkitan kejayaan perekonomian Indonesia, jika Indonesia mampu meningkatkandaya saing SDM serta memanfaatkan peluang yang terbuka lebar di pasar ASEAN,” ujar marissa. (sir/ic)



