Memperhatikan Orang Sukses
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 7 Oktober 2015 . in Dosen . 1533 views

Jika diperhatikan secara saksama, ternyata berbagai kesuksesan itu tidak pernah diraih secara mendakan atau instan. Keberhasilan selalu melewati proses, dan bahkan proses itu sedemikian panjang. Orang-orang sukses pada bidang tertentu, ternyata setelah melewati waktu lama, melakukannya secara tekun, dan istiqomah. Namun pada kenyataannya tidak semua orang mau menjalani sesuatu dengan sabar, tekun, dan istiqomah itu. Itulah sebabnya, jumlah orang sukses tidak terlalu banyak.

Cobalah sejenak kita lihat orang-orang sukses di bidang pertanian, peternakan, kerajinan, perdagangan, nelayan, dan juga pendidikan yang ada di sekitar kita. Orang-orang sukses itu ternyata telah bekerja dengan gigih, tidak mengenal lelah, sabar, berani menghadapi tantangan dan resiko, mencintai pekerjaan yang dimaksudkan itu, istiqomah, dan melakukannya dalam waktu lama. Atas pengalamannya itu, mereka menjadi sangat mengerti terhadap bidang yang digeluti hingga detail, luas, dan mendalam.

Suatu waktu, saya pernah mendatangi petani bunga di Batu. Ia termasuk petani sukses dalam berbisnis tanaman hias. Ketika saya bertanya tentang persoalan bunga, ia bisa menjawab dengan sangat jelas. Pengetahuan berbagai jenis bunga dikuasainya secara mendalam. Menyangkut pupuk, obat-obatan, penyakit, pelanggan, pasang surut harga bunga, dan lain-lain diketahuinya hingga sangat mendetail.

Petani bunga yang dimaksudkan itu menjelaskan, bahwa semula ia tidak terlalu peduli pada tanaman yang pada akhirnya ditekuninya itu. Tetapi oleh karena sehari-hari berada di lingkungan orang yang berbisnis bunga, akhirnya ia tertarik dan ikut menekuni bidang itu. Berkali-kali ia mencoba, ada kalanya berhasil dan juga sebaliknya, ada kalanya gagal. Semua dijalani tanpa takut resiko. Tukar pengalaman dengan sesama pebisnis bunga selalu dilakukan. Demikian pula membaca buku terkait dengan tanaman hias tidak pernah berhenti.

Bahkan, petani bunga tersebut juga memperoleh pengalaman bahwa ternyata para pembeli bunga banyak berasal dari orang asing. Akhirnya ia berinisiatif belajar Bahasa Inggris sejalipun secara otodidak. Berbekalkan bahasa asing itu menjadikan pelanggannya semakin banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Orang asing yang membutuhkan bunga pasti datang kepadanya, agar bisa berkomunikasi dengan baik. Kecakapannya berbahasa asing, lama kelamaan dikenal luas, hingga tatkala ada pertemuan tentang anggrek tingkat internasional di berbagai negara, dialah yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mewakili.

Kisah sukses pada berbagai bidang lainnya juga seperti itu. Sukses itu selalu dimulai dari tingkat sederhana, berkembang, dan akhirnya memperoleh keunggulan. Bermodalkan ketekun untuk belajar, melakukan uji coba, memperkaya pengalaman dan pengetahuan dengan berbagai cara, maka akhirnya kemahiran itu akan diperoleh. Sebagai contoh sederhana lainnya ialah produk teknologi transportasi, sepeda motor misalnya. Dahulu, bentuk kendaraan bermotor roda dua itu sangat sederhana dan juga boros bahan bakar. Tetapi setelah melewati waktu lama, penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan dengan mendasarkan pengalaman dan hasil risetnya, maka bentuk dan penggunaan bahan bakar sepeda motor sekarang ini sedemikian menarik dan irit.

Tentu, perkembangan teknologi transportasi itu bukan saja berupa sepeda motor, melainkan juga mobil, kapal. dan bahkan juga pesawat terbang. Mereka yang sukses mengembangkan teknologi transportasi itu hanyalah mereka yang sehari-hari menekuni kegiatan itu tanpa henti. Tidak mungkin orang yang tidak berada pada wilayah kegiatan itu menemukan model baru secara mendadak dan kemudian hasilnya dinilai unggul. Keunggulan pasti melalui proses atau kegiatan dalam waktu lama dan tidak pernah henti. Kita melihat negara-negara maju saling bersaing dalam mengembangkan berbagai jenis teknologi. Oleh karena itu, merekalah yang meraih keunggulan. Sementara itu, anak-anak Indonesia tidak terlalu banyak diajak berlatih, dan belajar mereka hanya dari buku, mendengarkan penjelasan guru, dan apalagi ujiannya saja juga hanya dengan soal pilihan berganda atau mengisi titik-titik.

Tulisan sederhana ini hanya bermaksud untuk mengajak merenung dan memahami, bahwa keahlian dan keunggulan tentang apa saja sebenarnya bisa diraih oleh siapapun, asalkan mau menekuni dalam waktu lama. Keunggulan selalu diperoleh orang-orang yang mau memperkaya diri dengan pengetahuan, kecakapan atau ketrampilan, wawasan, dan kemauan melakukan uji coba, mengembangkan komunikasi secara terus menerus secara istoqomah, dan tentu harus sabar. Maka, agar ke depan anak-anak Indonesia meraih keunggulan, maka jalan menuju ke arah dimaksud seharusnya dikembangkan secara luas. Jika tidak, maka generasi ke depan akan terus ketinggalan. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up