Menjaga Agar Organisasi Tetap Sehat
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Minggu, 11 Oktober 2015 . in Dosen . 5710 views

Organisasi apapun bentuk dan jenisnya, tidak terkecuali organisasi yang mengelola pendidikan, tidak ubahnya kehidupan pada umumnya. Ia lahir, tumbuh, berkembang, dewasa, menua dan akhirnya mati. Sebagai sebuah kehidupan maka semua bagian-bagiannya harus tetap sehat, agar bisa menjalankan fungsinya masing-masing.

Bagian penting dari kehidupan, gtermasuk kehidupan organisasi, adalah nyawa atau ruhnya. Bagian luar yang disebut raga dalam kehidupan juga penting. Akan tetapi, bagian luar atau disebut raga tanpa nyawa atau ruh, maka akan segera membusuk. Sebaliknya, jika nyawa atau ruh yang dimaksudkan itu masih ada, maka kehidupan masih bisa bertahan.

Ruh atau nyawa organisasi, oleh kebanyakan orang, digambarkan dalam visi dan misinya. Keberadaan organisasi biasanya mengemban cita-cita atau tujuan akhir yang ingin diraih. Itulah visi dan misi organisasi. Semakin jelas orientasi dan tujuan akhir itu berhasil dirumuskan dan dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat pada organisasi itu maka menjadi petanda bahwa institusi itu sehat.

Banyak organisasi yang oleh karena sudah berumur panjang, menjadikan misi dan visinya tidak dipahami lagi secara jelas. Kehidupan organisasi dimaksud sudah menjadi rutin dan akhirnya tidak diketahui lagi arah dan orientasi gerakannya. Apa yang dilakukan bukan atas dasar kepentingan organisasi, melainkan atas kepentingan pihak lainnya. Organisasi dimaksud bergerak oleh karena digerakkan oleh kekuatan di luar dirinya. Institusi yang digambarkan demikian itu sebenarnya sudah tidak terlalu sehat.

Semakin besar organisasi maka membutuhkan rumusan visi dan misi yang memiliki lingkup luas dan berjangka panjang. Bangsa Indonesia beruntung, telah memiliki rumusan yang dimaksudkan itu secara jelas, yaitu berupa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selain itu juga memiliki lambang atau simbol yang berfungsi untuk mempersatukan dan sekaligus menggerakkan jiwa seluruh warga negara. Misalnya, berupa bendera, lagu kebangsaan, dan beberapa jenis tradisi yang dijalankan.

Viisi dan misi itu harus selalu dijelaskan oleh para pimpinannya secara terus menerus dan juga dikembangkan dalam bentuk program-program kegiatan yang seharusnya dijalankan. Selain itu, para pimpinan agar organisasinya tetap hidup dan memiliki kekuatan dan ketahanan, maka harus mampu menumbuhkan keyakinan dan juga merumuskan nilai-nilai yang seharusnya dipelihara dan dijunjung tinggi, serta diperjuangkan.

Hal tersebut itulah sebenarnya yang menjadi kekuatan dan jika difungsikan secara benar maka organisasi akan tetap sehat, tumbuh dan berkembang. Kekuatan lainnya seperti sarana dan prasarana, termasuk dana, adalah memang sangat penting. Akan tetapi kekuatan dimaksud tidak akan memiliki arti apa-apa manakala nyawa atau ruh organisasi, berupa visi dan misi yang diemban sudah semakin dilupakan.

Visi dan misi sebenarnya adalah merupakan kekuatan penggerak terhadap semua unsur pada organisasi itu. Oleh karena itu menjaga visi dan misi adalah sama artinya dengan menjaga kesehatan organisasi yang dimaksudkan itu. Manakala ruh atau nyawa organisasi itu telah dilupakan, maka yang terjadi adalah suasana kerja yang bersifat rutin, pihak-pihak tertentu mencari keuntungan sendiri-sendiri, menyimpang, bahkan juga korup, dan akhirnya organisasi yang dimaksudkan itu sedang sakit dan juga akan segera mati. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up