GEMA-Kesempatan datangnya Presiden RI ke-6 di Kampus Hijau dipenuhi dengan serangkaian agenda padat. Sesaat setelah peresmian Gedung Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, SBY langsung berikan kulian tamu (13/10).
Kuliah tamu yang dihadiri oleh jajaran pemerintah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, dan DPRD se-Malang Raya ini dilaksanakan di Home Theatre Lt. 4 Gedung B Pascasarjana.
Dalam kulian tamu yang berjudul Indonesia Dunia dan Peran Konstruktif Islam, Mantan Presiden RI Dua Periode ini mencoba untuk mentranfirmasikan ide dan pemikirannya tentang Indonesia, Dunia dan masyarakat Islam. Diawali dengan sebuah renungan (contemplation) agar substansi yang disampaikan memiliki sebuah cara pandang yang sama. Sehingga semua hadirin mampu menjadi bagian dari solusi serta bagian dari kebaikan dan kemajuan baik bagi UIN, Bangsa, Negara dan Dunia. Kontemplasi ini juga akan memberi sebuah stimulus kepada hadirin untuk berfikir kritis sampai pada solusi yang ditawarkan.
Dalam kontemplasi ini Mantan Presiden yang hadir dengan didampingi Ani Yudhoyono ini mengajak audience untuk menjawab tiga pertanyaan kunci. Pertama, bisakah dunia menjadi lebih baik?. Kedua, bisakah Indonesia menjadi negara yang kuat dan maju di abad 21 ini?. Dan yang terakhir, bisakah Islam berkontribusi nyata terhadap terbangunnya dunia dan Indonesia menjadi lebih baik?. Pertanyaan besar yang sekaligus menjadi pertanyaan kunci dalam kuliah tamu yang akan disampaikannya. Ketiga pertanyaan ini tidak boleh tidak dijawab tidak hanya dengan perkataan namun terlebih dengan sebuah tindakan nyata.
“Insya Allah Bisa!” ungkap SBY penuh optimis menjawab tiga pertanyaan tersebut. “Asalkan kita punya kehendak dan determinasi kuat, asalkan kita memiliki cita-cita dan pikiran yang besar, asalkan kita memiliki kearifan dan kecerdasan dalam bekerja keras, memiliki tanggung jawab dan kepemimpinan di semua lini, asalkan kita memiliki kebersaamaan, kerjasama dan kemitraan yang kuat,” lanjutnya. Dengan memenuhi kelima syarat ini maka dunia akan lebih baik, Indonesia menjadi lebih baik, dan Islam memiliki kontribusi yang lebih baik.
Yes we can! Tindakan nyata yang telah dilakukan SBY saat menjadi Presiden adalah sebuah buktinya. Dalam sebuah buku yang ditulis Dr. Dino Patti Djalal selaku staf khusus kepresidenan mencoba untuk merekam kebijakan dan pemikiran SBY di paruh awal kepemimpinannya. Buku yang diberi judul Harus Bisa ini telah diterjamahkan kedalam enam bahasa. Adalah bahasa Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, Prancis, Rusia, disamping Bahasa Indonesia. Sekali lagi, hal ini membuktikan bahwa SBY tidak hanya berbicara tetapi juga dengan sekuat tenaga berusaha untuk merealisasikannya.
Kuliah tamu yang berlangsung dengan serius dan sarat dengan pemikiran ini berlangsung dengan lancar. Pada kesempatan ini juga Rektor UIN Maliki memberikan sebuah penganugrahan khusus kepada dua tokoh besar Indonesia. Penganugrahan sebagai Warga dan Angggota Kehormatan Guru Besar UIN Maliki Malang yang diberikan kepada Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Prof. Dr. Ir. Muhammad Noeh ini diberikan langsung oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. (nhl)



