FE Siap Hadapi MEA
Abadi Wijaya Kamis, 5 November 2015 . in Berita . 1913 views
744_fe-siap-hadapi-mea.jpg

            GEMA-MEA merupakan tantangan yang sudah ada didepan mata. Penguatan ekonomi harus segera dipercepat, ekonomi Islam digadang-gadang menjadi salah satu solusinya. Namun dibalik itu, apakah Indonesia mampu menjadi pemain aktif dalam MEA atau hanya menjadi pemain dalam bangku cadangan? Tentu hal itu menjadi tantangan bagi Indonesia agar mau bergerak lebih maju dan cepat dalam persaingan MEA.

            Atas dasar itu, Fakultas Ekonomi (FE) menyelenggarakan International Conference On Islamic Economics and Business (ICONIES), yang bertajuk Penguatan Ekonomi Islam dalam Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Acara ini berlangsung di Gedung Rektorat Lt.5 selama dua hari (2-3/11), dihadiri oleh Rektor PTKIN se-Indonesia dan PTN/PTS se-Jawa. Acara ICONIES kali ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Mudjia Raharjdo, M.Si, beliau menyampaikan ekonomi Islam sangatlah cocok untuk dibicarakan demi kekuatan ekonomi Indonesia.

            Kemudian, Dr. Anggito Abimanyu, Ph.D selaku komisaris BRI Syariah memberikan keynote speaker bagi 150 peserta yang hadir. Anggito berkata bahwa ekonomi Indonesia tidak akan bisa bertahan sendiri tanpa bantuan negara lain, karena posisi pasar modal saat ini berada di kisaran 40 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). “Sebenarnya yang menjadi tantangan industri dan perbankan Indonesia yaitu ekonomi Indonesia terkena dampak perlambatan, dan itu bisa dilihat dari share Perbankan Syariah sangat rendah kurang dari 5 %,” terang Anggito.

            Anggito menambahkan, Perbankan Syariah perlu bekerja sama dengan Universitas terutama UIN karena kampus merupakan pusat Intelektual/ perubahan. “Selain itu potensi dana atau pembiayaan kampus tergolong cukup bagus dan stabil,” paparnya.

            Pada hari pertama, Senin (2/11) International Conference menghadirkan dua orang pakar ekonomi dari Malaysia yaitu Prof. Abdul Ghaffar Ismail dengan materi Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank dan Dr. Hafas Furqoni International Syari’ah Research Academy for Islamic Finance Malaysia.

            Tepat malam harinya jam 18.00 berlangsung pula acara Gala Dinner dan Penandatanganan Letter of Interest (LOI) antara FE UIN Maliki Malang dengan 14 Perguruan Tinggi, juga dengan PTKIN yang hadir dan antara FE UIN Maliki Malang dengan BRI Syariah dan PTKIN yang hadir. Tujuannya untuk menjalin kerja sama dan maju bersama Perguruan Tinggi agar mempunyai standarisasi yang sama.

            Pada hari kedua, Selasa (3/11), ICONIES begitu spesial karena Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro hadir untuk memberikan keynote speaker mengenai pembangunan ekonomi desa berbasis pesantren. “Hal tersebut menjadi kebanggan bagi UIN sendiri karena Bambang Brodjonegoro merupakan Menteri Keuangan pertama yang datang ke UIN Maliki Malang,” ujar Prof. Dr. H. Mudjia Raharjdo, M.Si dalam sambutannya.

            Selanjutnya, dalam sesi keynote speaker Bambang mengatakan dalam pembangunan desa pemerintah pusat sudah menganggarkan dana melalui APBN dan APBD. Salah satu fungsi dana desa untuk membangunan infrastruktur desa.       “Saya ingin pengelolaan dana desa melalui sistem cash forward,” tambahnya. Cash forward dimaksudkan semua proyek dari dana desa dikerjakan secara swadaya, jadi dalam bekerja pembangunan infrastruktur harus bisa memanfaatkan sumber daya pekerja yang ada agar hasilnya maksimal.

            Menteri Keuangan berharap agar perekonomian Indonesia bisa berjalan dari bawah (dari desa), maka dengan hal itu Bambang yakin tingkat perekonomian Indonesia akan terus meningkat senada dengan nawacita presiden Jokowi.

            Masih di hari kedua ICONIES dihadiri oleh empat narasumber yaitu Dr. Ahmad Yani.,SH.,Ak., MM (Direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah), Dwi Rudi Hartoyo (Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), H. Zis Muzahid., M.Si.,(IAEI Pusat Bidang Pesantren) dan Dr. H. Muhtadi Ridwan., M.A(Ketua IAEI Malang Raya). Sesi ini berbeda dengan sesi sebelumnya karena dikemas dalam bentuk diskusi panel. Materi yang dibahas senada dengan pembahasan dari Menteri Keuangan.

            Antusias peserta terlihat sangat tinggi untuk mengikuti diskusi panel. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang ingin berpendapat. Namun karena keterbatasan waktu hanya empat peserta yang bisa menyampaikan argument mereka.

            Rangkaian kegiatan kali ini tidak hanya International Conference saja akan tetapi juga ada lomba Call Paper. Lomba Call Paper ini terdiri dari peserta seluruh PTKIN dan PTN/PTS se-Indonesia dengan topik Penguatan Ekonomi Islam dalam Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). (lum)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up