HBS: Latih Mahasiswa Cakap Atasi Masalah Ketenagakerjaan
Abadi Wijaya Kamis, 28 April 2016 . in Berita . 1680 views
877_hbs-okk.jpg
PELATIHAN: Tengah Kepala Jurusan Hukum Bisnis Syariah M. Nur Yasin, kanan Khairul Hidayah dan kiri praktisi hukum, Atmari dalam pelatihan Pembuatan Perjanjian Kerja dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Auditorium Saintek Lt.4.

GEMA-Jurusan Hukum Bisnis Syariah (HBS) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Perjanjian Kerja dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. Peserta pelatihan adalah mahasiswa HBS yang tengah menempuh mata kuliah Hukum Ketenagakerjaan. Hadir sebagai pemateri, Hakim Pengadilan Industrial (PHI), Atmari, Kamis (28/4).

Pengampu mata kuliah Hukum Ketenagakerjaan, Khairul Hidayah menuturkan, pelatihan ditujukan agar mahasiswa lebih paham praktik ketenagakerjaan. Bagaimana membuat perjanjian kerja dan mensikapi permasalahan ketenagakerjaan. “Mahasiswa disuguhi hukum ketenagakerjaan serta implementasinya dalam perspektif seorang praktisi. Yaitu perspektif yang didasarkan atas kualifikasi keilmuan yang memadahi dan juga pengalaman yang matang,”terang dosen Fakultas Syariah tersebut.
Selain itu, lanjut alumni Universitas Brawijaya tersebut, pelatihan ditujukan agar mahasiswa lebih siap dalam menghadapi persaingan kerja pasca wisuda. Sehingga mahasiswa bisa meraih peluang kerja di sektor-sektor strategis perusahaan. Baik menjadi staf personalia, manajer dan yang lainnya. “Mahasisa akan dihadapkan dengan persaingan peluang kerja. Dari itu, mulai sekarang harus meningkatkan kualitas SDM agar bisa mendapatkan peluang tersebut,” urainya.
Mensikapi ketatnya dunia kerja tersebut, Atmari menegaskan bahwa keberhasilan meraih peluang kerja bisa dicapai dengan tiga hal. Yakni ilmu pengetahuan, skil-kemampuan, dan relasi kerja. Menurutnya, nasib baik itu harus disertai dengan keilmuan yang memadahi. Orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak akan dibatasi rezekinya. “Barang siapa yang memiliki ilmu, Allah SWT tidak akan membatasi rezekinya,” jelas pria kelahiran Sampang, Madura tersebut.
Masih dalam hal sukses di lapangan kerja, hakim tersebut menjelaskan, pentingnya silaturahmi. Dari silataruhmi, sebuah relasi kerja akan terjalin dengan baik. Selanjutnya skil bisa mendapatkannya ketika sudah langsung terjun di tempat kerja. “Selain ilmu, skil dan relasi, sukses bisa lekas diraih dengan adanya mujahadah doa,” pungkasnya. (sy)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up