GEMA-lagi, Mengawali pembukaan pelatihan jurnal berbasis online di Rumah Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) disambut antusias oleh semua pengelola jurnal di lingkungan UIN Malang. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Zainuddin, MA yang di daulat membuka kegiatan tersebut di Perpustakaan Lt.1 (28/6).
Mantan Dekan Fakultas Tarbiyah itu mengajak seluruh pengelola jurnal di UIN Maliki untuk tetap bersemangat meskipun peraturan pengelolaan jurnal saat ini sangat ketat sekali. Misal, semuanya dituntut harus terindek di Scopus. “Jika tidak bisa, minimal bisa masuk di Google Scholar atau DOAJ dan Arjuna,” paparnya.
Jika ditelusuri lagi, kata dia, saat ini semua pengelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi seluruh Indonesia saling berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, caranya salahsatunya melalui manajemen pengelolaan jurnal sistem onlin seperti ini. Di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) saja ada 55 perguruan tinggi yang siap bersaing, sehingga hal ini menjadikan para pengelola jurnal harus bekerja lebih keras lagi. “Jika salah satu jurnal UIN Malang ter indek di Scopus maka hal ini akan sangat menguntungkan bagi kemajuan lembaga ini,” paparnya.
Saat ini, kata dia, persyaratan untuk menjadi doktor saja sulit apa lagi menjadi guru besar. Salah satu syaratnya minimal jika dia golongan IV C saja membutuhkan satu tulisan yang terpublikasikan dijurnal internasional dan terindek di scopus. “Jika golongannya di bawah IV C maka bisa membutuhkan dua tulisan yang terindek di scopus,” terangnya.
Meski begitu, selama ada usaha dan kerja keras pasti akan ada jalan. Pasalnya, semua pengelola jurnal membutuhkan tulisan yang berkualitas dari luar lembaganya, dan hal itu sudah menjadi salah satu aturannya juga bagi para pengelola jurnal. “Untuk itu, UIN Malang saat ini terus berupaya melakukan kerjasama baik dibidang kelembagaan maupun hasil penelitian bagi para dosennya,” tegasnya.
Selama ini, berdasarkan hasil pemantauan pribadi, di PTKIN hanya ada tiga jurnal yang terindek di scopus, yaitu jurnal el Jamiah Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan salah satu jurnal miliknya UIN Sunan Ampel Surabaya. “Mudah-mudahan salah satu jurnal di lingkungan UIN malang bisa segera menyusul,” harapnya.



