GEMA-Memperingati Dies Maulidiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ke-12 tahun, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si. mengajak semua pimpinan dan para sivitas akademika UIN Maliki duntuk duduk bersama melaksanakan refleksi di Aula Rektorat Lt.5 (24/6).
Hadir sebagai tamu kehormatan, Prof. Dr. H. Malik Fadjar M.Sc. yang di daulat sebagai pembicara tunggal dalam kegiatan refleksi tersebut. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 13.30 WIB itu mengajak seluruh para pimpinan, dosen, dan karyawan yang hadir untuk merefleksikan kembali atas apa yang sudah dilakukan untuk pengembangan lembaga ulul albab ini.
Prof. Muji, mengawali sambutannya sekaligus moderator dalam acara tersebut merasa sangat terhormat sekali di hari jadinya UIN Maliki Prof. Malik Fadjar berkenan hadir untuk bersilaturahim dan duduk bersama untuk memberikan arahan kepada para pimpinan dan semua sivitas akademika UIN Maliki. “Sejak dulu saya ingin dihari ulang tahunnya UIN Malang ini Prof. Malik kembali menceritakan sejarah perjalanan UIN Maliki, dan alhamdulillah ditengah kesibukannya menjadi Watimpres RI beliau bersedia hadir di UIN Malang untuk memberikan wejangan kepada kita semua,” paparnya mengawali pembicaraannya.
Tentunya, kata dia, keluarga UIN Malang sudah sangat rindu akan arahan langsung dari Prof. Malik Fadjar yang kondisinya tahu betul sejarah perjalanan UIN Malang ini. “Untuk itu, kami berharap Prof. Malik berkenan memberikan wejangan kepada kami semua demi kemajuan lembaga perguruan tinggi islam ini,” harapnya.
Sementara itu, Prof. Malik sendiri terlihat begitu bahagia saat diminta untuk mengenang kembali perjalanan kampus bilingual ini. Pasalnya, mantan alumnus IAIN (Sekarang UIN Maliki) itu memiliki banyak kenangan yang tidak terlupakan, jika diceritakan maka tidak cukup duduk bersama dalam satu waktu sepert ini. “Jika mengingat sejarah perjalanan IAIN Malang maka jangan pernah melupakan banguan sekolahan SMA Salahudin Malang,” paparnya.
Dia menjelaskan, dulu saat saya pertama kali mengawali perkuliahan S1 yang di pimpin oleh Prof. Dr. H. Moh. Koesnoe, SH. Sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah tahun 1961-1969, kampusnya masih belum ada listriknya. Akan tetapi meski prose perkuliaahan waktu itu semuanya serba terbatas namun para pimpinan dan dosennya memiliki komitmen yang sangat kuat. “Para pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswanya waktu itu bahu membahu untuk mengangkat derajat institusi ini,” paparnya.
Caranya bagaimana? Waktu itu saya menjadi anggota senat mahasiswa dan saat itu kami ditunjuk langsung untuk membantu menjadi panitia pelaksanaan konferensi Asia—Afrika dan melalui kegiatan tersebut institusi yang saya naungi juga ikut terangkat. “Lha mahasiswa sekarang kesibukannya hanya ngurusi demo saja, lalu kegiatan akademiknya bagaimana bisa berkembang?,” kritiknya.
Kampus itu, sejatinya dilihat dari komitmen para penghuninya mulai dari pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswanya. Sinarilah dan kembangkanlah budaya akademikmu dengan sinar keislaman, dan kampus ini tidak usah berbicara soal world clas university (WCU) karena karena sejujurnya simbol-simbol yang telah dimiliki UIN Malang sudah menjadikan kampus UIN Malang ini menjadi WCU. “Keberadaan UIN Malang saat ini sudah berada di jajaran kampus yang diperhitungkan, jadi kita tidak usah ngomong WCU, karena simbol-simbol ini sudah masuk WCU tanpa harus kehilangan jati diri UIN Malang sendiri,” paparnya.
Masih kata Prof. Malik, jika UIN Malang ingin maju dan terus berkembang maka jangan pernah berhenti untuk berfikir dan harus memiliki komitmen yang kuat, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu, pertama, filosofi bangunan kelembagaan dan akademik UIN Maliki harus tetap berada di jalur yang benar yaitu berlandaskan Alquran dan Hadis. Kedua, UIN Maliki harus memiliki kompetensi yang tinggi dan ketiga, memiliki jaringan networking yang luas. “Jika dibahasakan ala pesantren networking sama dengan silaturahim,” tegasnya.
“Untuk itu, di bulan syawal ini, ayolah seluru pimpinan UIN Maliki mengundang para alumninya atau paling tidak melakukan silaturahim kepada para pendiri kampus ini dan undang mereka untuk diberi penghargaan,” pintanya.



