Optimalkan Jurnal Berbasis OJS
Abadi Wijaya Selasa, 28 Juni 2016 . in Berita . 1441 views
936_ojs-lukman.jpg

GEMA-Kehadiran Peneliti Muda Bidang Dokumentasi dan Informasi, PDII-LIPI, Lukman, ST, M.Hum di UIN Malana Malik Ibrahim Malang kali ini memberikan evaluasi secara berkala kepada 30 pengelola jurnal di UIN Malang, berdasarkan hasil evaluasi banyak penggunaan online journal system (OJS) yang belum optimal (28/6).


Sehingga, semua pengelola jurnal diajak praktek langsung sekaligus melakukan penilaian internal terhadap jurnalnya masing-masing sebelum diajukan proses akreditasi online dengan menggunakan sistem penilaian Arjuna (akreditasi jurnal nasional).
Menurut Lukman, banyak pengelola jurnal yang belum konsisten dengan aturan jurnal yang sudah dibuatnya, dari hasil evaluasi ditemukan banyak jurnal yang secara pernamaannya saja belum istiqomah dan cenderung berubah-ubah.
Padahal, jurnal yang bagus itu harus memiliki aturan yang ketat dan gaya selingkung yang jelas, sehingga tidak membingungkan bagi para penulis yang hendak menulis dijurnal yang dikelolanya. “Jurnal yang fersus cetak maupun online semuanya memiliki aturan dan gaya selingkung,” paparnya.
Khusus untuk penulisan nama jurnal yang sekaligus sebagai logo tidak boleh dirubah, misalnya nama jurnal bahasa Indonesia karena mau dijadikan jurnal internasional maka harus di rubah kedalam bahasa Inggris. “Cara seperti itu tidak dibenarkan, dan tidak ada aturannya juga,” tegas laki-laki kelahiran Bandung, 11 Mei 1978 itu.
Meski begitu, yang perlu ditekankan sebelum jurnalnya go internasional yaitu pola pikirnya harus go internasional. Pasalnya setiap artikel yang dikirim setidaknya harus berbahasa Inggris agar tulisannya bisa dibaca orang banyak. Misalnya saja ketika hendak mengirim artikel di scopus, maka yang perlu diperhatikan aturan penulisan yang sudah ditentukan oleh scopus itu sendiri. “Jika Bapak/Ibu tidak memperhatikannya maka jangan harap tulisannya bisa masuk di scopus,” papar alumni D3 Kimia Industri Universitas Padjajaran itu.
Setiap jurnal memang meiliki standar penilaian dan wajib dihormati dan harus konsisten. Pasalnya saat jurnal itu diajukan proses akreditasi dan tim assesor akan melakukan penilaian melalui aturan yang sudah dibuat oleh pengelola jurnal tersebut. Proses akreditasi online sebenarnya sangat mudah sekali dan para pengelola jurnal tidak bisa bermain curang, karena para assesor akan melihat dan mengecek langsung hasil kores pondensinya dengan para dewan editor dan reviewernya. ”Semua berkas yang masuk akan bisa dilacak dengan mudah, dan tentunya di setiap naskan penulis yang sudah ditelaah akan muncul word commentnya,” tegasnya.
Oleh karena itu, tambah dia, mulai saat ini para pengelola jurnal harus lebih hati-hati dalam mepublikasikan jurnalnya, silahkan ikuti aturan yang ada, jika ada artikel yang sama dan dimuat dijurnal yang berbeda pasti akan ketahuna, dan sanksinya akan diberi pinalti untuk tidak bisa mengajukan akreditasi selama empat tahun. “Jika itu terjadi saat penilaian, maka jurnalnya akan diminus 15 point dan tidak boleh mengajukan akreditasi selama empat tahun berikutnya,” tegasnya.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up