ICP 2016: Pesantren adalah Rukun ke-3
Abadi Wijaya Jumat, 29 Juli 2016 . in Berita . 289 views
966_icp-2016.jpg
Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M. Ag. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga saat menerima cindera mata dari Gus Is Mudir Pusat Ma’had Al Jami’ah

GEMA-Kali ini Pusat Ma’had Al Jami’ah giliran mengambil posisi dalam menyemarakkan acara di UIN Maliki. Acara yang digelar adalah 1th International Conference of Pesantren, Jumat-Sabtu(29-30/7).

Konferensi yang dilaksanakan di aula rektorat lt. 5 tersebut dibuka dengan sambutan Rektor UIN Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardja, M. Si. Selain itu, acara ini dihadiri oleh para pakar bidang kepesantrenan, seperti Direktur Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok Dr. KH. Ahmad Hasyim Muzadi, MA., Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Direktur Pusat Mahad Al-Jamiah Dr. H. Isroqunnajah, M. Ag., dan Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M. Ag,.

Guru Besar UIN Malang Prof. Imam Suprayogo menerangkan bahwa pesantren adalah rukun ke-3 dari rukun mendirikan universitas Islam setelah kyai dan masjid. “Universitas Islam itu harusnya punya pesantren,” tegasnya. Hal ini didasari oleh pentingnya karakter yang dibangun, yakni bukan hanya pengembangan intelektual saja melainkan juga akhlak. Mantan Rektor UIN Maliki tersebut juga menegaskan bahwa universitas Islam harus melahirkan para intelek yang ulama’ dan ulama’ yang intelek.

Dalam konferensi yang dihadiri ratusan peserta tersebut, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Chirzin juga menjelaskan bahwa nilai-nilai kepesantrenan harus kembali ditumbuhkan. Karena bagaimanapun orang-orang besar Indonesia terdahulu adalah seorang santri. “Pesentren adalah miniatur Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika,” tambah guru besar Tafsir al Quran tersebut. (pfh/nhl)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up