GEMA-Seperti tahun sebelumnya, menjelang tahun ajaran baru seluruh petinggi UIN Maliki dan para perwakilan dosen dari seluruh fakultas di UIN Maliki mengadakan workshop Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di Rumah Singgah UIN Maliki selama dua hari (3-4/8).
KKNI sendiri merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikann dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. Dalam hal ini seluruh Dosen UIN Maliki diajak untuk merumuskan kerangka kurikulum ulul albab yang berbasis keilmuan integrasi.
Rektor UIN Maulana MalikIbrahim Malang Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si menegaskan bahwa seluruh dosen UIN Maliki harus menguasai keilmuan integrasi yang tengah di kembangkan oleh institusi ini (UIN Maliki). jangan sampai ada satu dosenpun yang tidak memahami keilmuan integrasi. Sehingga melalui kegiatan workshop pengembangan kurikulum ulul albab ini diharapkan mampu memberikan pengarahan dan pencerahan bagi seluruh dosen di UIN Malang. “Tataran kelembagaan UIN Malang saat ini sudah cukup mapan. Akan tetapi, dari sektor pengembangan keilmuan integrasi harus terus diperkuat dan dikembangkan,” pintanya.
Untuk mencapai tataran keilmuan berbasis integrasi itu, tambah Prof. Muji, tentunya bukan hal yang muda, diperlukan manajemen kelembagaan dan kurikulum yang bagus dan sinergi dengan empat pilar keilmuan UIN Malang yaitu kedalama, spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. “Makanya untuk mencapai itu semua UIN Malang telah mensinergikan program ma’had, Program pengembangan Bahasa arab dan Inggris,” terangnya.



