GEMA-Menjalin kerja sama yang baik dalam satu tim tidaklah mudah, untuk itu Unit Perencanaan UIN Maliki Malang (29/7)
mengadakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Perencana selama dua hari di Pantai Ungapan Bajul Mati Malang. Sebanyak 43 peserta dari bagian perencanaan fakultas ataupun UPT (Unit Pelakasan Teknis) mengikuti kegiatan yang didanai oleh DIPA tersebut.
Menurut Ridwan Kabag Perencaaan UIN Maliki, kegiatan ini untuk melatih diri dengan budaya kerja sama yang baik dalam satu tim. “Sebab kerja yang kompak tidak hanya di kantor, tapi juga diluar di luar kantor tidaklah mudah, ujarnya.
Untuk itu ujar bapak asal Banyuwangi ini, melatih kekompakan dalam satu kompentisi permainan (competition games) bisa jadi sebagai pelecut munculnya forsa. Hal itu dilakukan tambahnya, agar para perencana di UIN Maliki dapat bekerja dengan hati uang ikhlas, semangat yang tinggi, berpikir yang jernih dalam merumuskan tujuan sesuai dengan tema yang diusung yaitu one heart, one spirit, one mind, one team pursue excellence.
Kegiatan yang digelar setelah sholat jum’at itu dimulai dengan berbagai macam games seperti group competition yang terdiri dari yelling, stick transfer, opposite, bola imajiner dan tebak kata.game baris-berbaris. Menurut Dharmo, salah satu instruktur dari ROI (Ryhthm of Impowerment), game-game ini sangat penting untuk melihat kekompakan tim serta melatih kemampuan daya ingat. Pasalnya tiap tim harus konsentrasi mendengar perintah yang hanya satu kali diucapkan dan langsung dipraktekkan. “tim yang salah melakukan perintah, otomatis gugur, dan tidak dapat point’, ujar instruktur yang mirip pedangdut Saiful Jamil itu.
Setelah seharian bermain games, pada malamnya seluruh peserta melepas balon lampion di pantai Ungapan sebagai simbol cita-cita atau harapannya dapat terbang tinggi seperti apa yang peserta tulis diatas kertas balon Lampion tersebut. “Ini simbol bahwa cita-cita atau angan-angan kita tetap semangat dan menyala laksana lampion yang terbang tinggi menghiasi langit”, jelas Ridwan.
Pada esok paginya, seluruh peserta inipun melakukan 100 tanam pohon mangrove di muara Ungapan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengayuh perahu sejauh tiga kilometer dari pinggir sungai dekat masjid masjid al Azhar menuju muara Sungai Ungapan. Meski cuaca hujan dan diwarnai dengan insiden terbaliknya perahu dua tim peserta, tak menyurutkan semangat peserta untuk memelihara kelestarian ekosistem muara dengan taman dua ratus pohon mangrove.



