GEMA-Seluruh tim pelaksana kegiatan rapat kerja (raker) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan rapat persiapan pelaksanaan raker tahun anggaran 2018 yang rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari (26 April, 2-3 Mei), Selasa (24/4).
Kegiatan persiapan raker itu mendapat pengarahan langsung dari Wakil Rektor Bidang AU-PK Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. menegaskan bawa kegiatan raker dengan rapim yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu itu memiliki esensi yang berbeda. Rapim hanya diikuti oleh rektor beserta wakilnya, para dekan dan Wadek II serta ketua lembaga dan unit.
Kegiatan rapim, kata dia, outputnya untuk menghasilkan kebijakan yang dituangkan dalam program kerja. Sementara itu raker membahas program kerja berbasis anggaran. “Rapim ada evaluasi dan rekomendasi yang kemudian disampiakan langsung kepada rektor,” terangnya.
Sehingga, dalam pelaksanaan raker ini diharapkan semua satuan kerja (satker) yang ada di UIN Malang sudah menyiapkan program kerja yang berbasis anggaran. “Usulan program kerja akan disesuaikan dengan program strategis universitas,” tegasnya.
Ilfi menuturkan, peserta raker kali ini tidak hanya menyusun program kerjanya masing-masing. Akan tetapi, peserta raker juga harus mengetahui proses penyerapan anggaran hingga pelaporannya seperti apa. “Untuk itu, semua peserta raker harus paham teknis pelaporan kegiatannya juga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan UIN Malang Imam Bani Mustalik menghimbau kepada seluruh peserta raker agar semua program yang diusulkan disesuaikan dengan arah kebijakan universitas yang sudah ditandatangani oleh rektor. Pasalnya, sampai saat ini banyak peserta raker yang belum menyerahkan hasil usulan dari output kegiatan rapim. “Mestinya, setelah rapim mereka sudah menetukan usula dan juga rencana strategis apa yang hasrus diprogramkan,” paparnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, kata dia, diperlukan petunjuk teknis terkait sasaran strategis universitas. “Dimohon kepada semua satker untuk secepatnya melakukan koordinasi untuk menyelaraskan persepsi tersebut,” harapnya.



